Opini

Potensi Pinggiran

JUMAT kemarin (9/10) saya kembali bersepeda. Rutenya agak jauh. Sengaja ke daerah pinggiran. Mulai pinggiran di sisi timur, selatan, hingga barat. Kota kita memang punya banyak potensi sekalipun di kawasan tepi. Di sisi timur, kita punya Embung Pilangbango. Secara fisik embung telah jadi. Tapi tentu perlu kita benahi lagi. Agar lebih menarik. Agar lebih menjual. Saya berencana kawasan itu jadi wisata air. Embungnya bisa untuk memancing. Sekitarnya kita gunakan untuk kuliner. Tentu kuliner yang serbaikan.

100 ribu ikan akan kita sebar di sana. Saya berencana menggelar pesta bergizi di sana kalau panen nanti. Mungkin bisa melibatkan anak-anak. Agar mereka gemar makan ikan. Itu bisa jadi embrionya. Setelah itu akan dikelola dengan baik. Sebagai tempat wisata tadi. Menjadi titik ekonomi masyarakat di sisi timur. Embung juga menjadi jalur rute sepeda wisata. Kita kenalkan embung kepada wisatawan melalui kegiatan bersepeda. Yang juga hobi memancing pasti ingin kembali ke sana.

Di sisi selatan kita punya Taman Hijau Demangan (THD). Fasilitas di sana sudah cukup baik. Ada taman bermainnya. Di bagian tengah ada air mancur dry fountain. Ada juga perpustakaan anak. Sama seperti di embung, THD juga butuh sentuhan. Pastinya ke arah sana. Kita buat yang lebih bagus ke depan. Lebih menarik dan menjual. Lokasi bisa menjadi wisata pembuka yang dari arah selatan. Lokasi ini akan didukung kawasan bundaran Taman. Yang depan kantor Kecamatan Taman itu. Yang juga dekat dengan kantor wakil rakyat.

Aktivitas jual beli sudah ramai di sana. Sudah seperti car free day dulu. Kita punya aset lahan kosong di sana. Lahan sebelah selatan kantor kecamatan memang sudah tidak lagi disewakan. Rencananya, akan kita buat taman untuk tempat berjualan. Jadi, nanti tidak meluber ke jalan dan mengganggu pengendara. Jalan kita kembalikan sebagaimana fungsinya. Taman itu rencananya ditambah semacam panggung. Bisa untuk musik atau seni-budaya. Pokoknya biar kawasan itu ramai dan yang berjualan laku.

Terakhir, saya bersama rombongan bersepeda mengunjungi Kampung KB di Kelurahan Manguharjo. Ini ada di sisi barat. Bisa dibilang pinggiran juga. Masuknya dari sebelah barat Yonif Para Raider 501 sana. Melewati jalan pinggir sungai itu. Lokasinya memang di seberang sungai. Untuk menuju kampung itu melewati jembatan bambu kecil. Saya sudah menginstruksikan dinas terkait untuk membuat jembatan lebih lebar dan permanen. Saya targetkan akhir tahun ini jadi.

Mengapa? Karena ada potensi besar di sana. Bisa menjadi wisata tematik. Embrionya sudah terlihat. Ada beragam jajanan tradisional. Mulai pecel, tepo tahu, nasi jagung, getuk, utri, lempeng, rempeyek, hingga minuman khas tape kambang. Menariknya, pedagang kompak mengenakan pakaian khas masyarakat Jawa tempo dulu. Pernak-pernik di sana juga dibuat setradisional mungkin. Tidak ada yang menggunakan bahan logam. Semua dari kayu dan bambu. Begitu juga kolam-kolam yang dibuat di sekeliling lokasi. Kolam masih berdinding tanah. Tidak ada sentuhan semen maupun bata dan keramik. Benar-benar tradisional dan alami.

Ada banyak tanaman berbunga juga. Di sisi baratnya masih ada lahan yang mungkin bisa dimanfaatkan menjadi perkebunan sayur-mayur pendukung jual-beli di sana. Mulai kacang panjang, kacang tanah, hingga buah-buahan. Lokasi itu akan dikembangkan tahun depan. Saya ingin lokasi itu menjadi miniaturnya Kecamatan Manguharjo. Ada pernak-pernik dari sembilan kelurahan di kecamatan tersebut. Produk unggulan masing-masing kelurahan disuguhkan di sana. Biar makin lengkap. Biar tambah ramai.

Potensi pinggiran ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Sebaliknya, harus terus digali. Kota Madiun bukan hanya di bagian tengah kota. Bukan hanya di Jalan Pahlawan dan sekitarnya. Saya ingin ada banyak kawasan-kawasan ekonomi baru di Kota Madiun yang tersebar di semua wilayah. Sekalipun di wilayah pinggiran. Semua punya potensi. Tinggal kita mau menggalinya atau tidak. Saya ingin setiap kecamatan memiliki kotanya sendiri yang didukung dari kelurahan-kelurahan di bawahnya. Tiap kecamatan juga harus ramai dan ekonomi kelokalan berjalan.

Penulis adalah Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close