Pos Polantas 9.0 Bakal Tergusur Pembangunan Monumen Parasamya

140

PACITAN – Rencana pembangunan monumen Anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) kian dimatangkan. Pembangunan landmark Kota 1001 Gua itu sempat molor dari perencanaan 2017 lalu. Kemarin (12/2) dibahas ulang di Ruang Krida Pembangunan Pemkab Pacitan. ‘’Kami bahas lagi rencana pembangunan tugu di perempatan Penceng itu,’’ kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pacitan Joni Maryono.

Pemkab tidak hanya melibatkan internal organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah pihak, antara lain Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jatim. Pasalnya, perempatan Penceng di bawah kewenangan tiga instansi. ‘’Ada jalan kabupatennya, ada jalan provinsi, dan ada jalan nasional juga,’’ urainya.

Mereka dilibatkan lantaran pemkab memiliki rencana besar terkait pembangunan Tugu APPN itu. Tidak sekadar membangun, kawasan di sekitar simpang empat itu pun bakal dirombak besar-besaran. Jalan dilebarkan. Bahkan, Pos Polantas 9.0 di salah satu sudut perempatan Penceng bakal digusur. ‘’Akan dipindah ke bangunan baru dua lantai,’’ terangnya.

Hanya, Joni belum mengantongi hitungan anggaran untuk pembangunan Tugu APPN, perluasan perempatan, pembangunan trotoar, hingga pembuatan taman. Menurut dia, saat ini masih dalam pembahasan awal terkait desain perempatan Penceng. Joni menyebut di kisaran Rp 500 juta. ‘’Itu hanya untuk tugunya saja,’’ imbuhnya.

Dia belum bisa mengungkap kapan pembangunan dimulai. Usai pembahasan desain, bakal diajukan ke Bupati Pacitan Indartato untuk mendapat persetujuan. Selanjutnya dilelang dan dimulai pekerjaannya. Menurut dia, pembangunan Tugu APPN ditargetkan selesai tahun ini. ‘’Tugu Parasamya itu sudah dianggarkan tahun ini,’’ jelasnya.

Untuk bentuknya, tidak banyak perubahan. Masih mengadopsi APPN. Sedangkan ukurannya, Joni belum mengungkap. Informasinya, setinggi tujuh meter. Itu sesuai rencana sebelumnya. ‘’Untuk detailnya yang paham Pak Budi (kepala dinas PUPR, Red),’’ ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Pacitan Budiyanto belum berkomentar banyak saat dihubungi melalui telepon. Dia justru balik menyebut Joni yang lebih paham. ‘’Yang mimpin rapat Pak Joni, mestinya dia lebih paham,’’ dalihnya.

Informasinya, rencana pembangunan Tugu APPN sempat molor akibat bencana banjir 2017 lalu. Pasalnya, anggaran yang disiapkan dialihkan untuk penanganan bencana. Sedangkan rencana memanfaatkan anggaran corporate social responsibility (CSR) pun terganjal. Pasalnya, DPRD Pacitan tak setuju jika landmark Pacitan itu terdapat embel-embel logo CSR. Tahun ini pembangunan APPN kembali dianggarkan dalam APBD 2019. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here