Populasi Ikan Dewa Aman Meski Volume Air Sarangan Surut

159
KURANG AIR: Ikan tawes dan kerang banyak yang mati seiring menyusutnya debit air Telaga Sarangan karena kemarau.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Surutnya air Telaga Sarangan tak berdampak pada ekosistem di tempat tersebut. Hal itu dibuktikan dengan hasil pemantauan yang sempat dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Magetan. Mereka menyatakan belasan ribu ekor ikan dewa yang hidup di telaga tersebut aman. ‘’Airnya memang surut, tapi kami pastikan tidak memengaruhi perkembangan ikan dewa,’’ kata Sekretaris Disnakkan Magetan Peno Senin (9/9).

Dia menyebut volume air di Telaga Sarangan saat ini masih mencukupi untuk ekosistem ikan dewa. Karena ikan bernama lain kancera itu bisa bertahan hidup di perairan tawar dengan kedalaman minimal empat meter. ‘’Memang tidak berpengaruh, tapi masih dalam pemantauan kami secara khusus,’’ ujarnya.

Peno menambahkan, monitoring dilakukan dua kali dalam sebulan. Hasilnya, habitat ikan yang berada di telaga tersebut masih tergolong aman. ‘’Sebulan sekali pasti laporan detail. Seperti ukurannya sudah bertambah berapa sentimeter,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan, keberlangsungan ikan dewa tergantung pada kondisi cuaca. Bila suhu air di atas 28 derajat Celsius, ikan bernama latin Tor soro tersebut bisa mati. Sementara, suhu air paling tinggi yang tercatat di Telaga Sarangan adalah 25 derajat Celsius. ‘’Cuaca juga masih aman. Karena di wilayah atas masih dingin biarpun musim kemarau,’’ terangnya.

Peno menyatakan bahwa bangkai ikan yang mati di bibir telaga bukanlah ikan dewa. Tetapi, ikan tawes. Hal itu bisa dilihat dari ciri fisiknya. ‘’Itu hal wajar. Kalau memang nantinya berpengaruh, kami akan minta bantuan DPUPR,’’ katanya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here