Polri Ungkap Peran Jok Koordinator Pelatihan I’dad

394

MADIUN – Tabir di balik penangkapan Jok oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Selasa (14/5) lalu terkuak. Terduga teroris yang kesehariannya berjualan kacamata di kios utara Pasar Sayur Caruban Jalan Anggrek, Kelurahan Bangunsari, Mejayan, itu ternyata punya peran cukup penting dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Tengah.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan peranan Jok sebagai koordinator pelatihan i’dad. Yakni, menyiapkan pelatihan fisik dan bela diri bagi anggota jaringan. Tugas tersebut sudah diemban selama tiga tahun sejak 2016. Ditanya seputar cara Jok menjalankan tugas tersebut karena berdomisili di Kabupaten Madiun dan sudah berapa lama keterlibatan, Dedi belum bisa menjawab. ‘’Belum ada informasi terbaru dari densus,’’ katanya dihubungi via telepon seluler (ponsel) kemarin (16/5).

Penangkapan pria asal Semarang, Jawa Tengah, itu bertautan dengan diringkusnya delapan terduga teroris di Jateng pada hari yang sama oleh densus 88. Pengembangan dari penangkapan terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat awal bulan ini. Namun, Dedi belum bisa banyak bicara ihwal rencana tindak pidana atau target aksi penyerangan. Perwira tinggi asli Madiun itu beralasan, densus 88 masih melakukan pendalaman keterangan dan barang bukti dari para terduga teroris. ‘’Statusnya (Jok) masih terperiksa,’’ ujar jenderal bintang satu tersebut.

Sementara, Kasat Brimob Polda Jatim Kombes I Ketut Gede Wijatmika memastikan, Jok sudah tidak lagi diamankan di Mako Brimob Detasemen C Polda Jatim di Kota Madiun. ‘’Dipindah ke Mako Brimob Polda Jatim,’’ tegas Wijatmika lewat pesan WhatsApp membalas pesan yang dikirimkan koran ini sehari sebelumnya.

Diketahui, Tim Densus 88 membekuk Jok tidak lama setelah membuka kios kacamatanya,. Bapak tujuh anak itu bersama NF, istrinya, pindahan dari Semarang sekitar 10 tahun silam. Sembilan tahun mengkontrak rumah di Jalan Anggrek, Kelurahan Bangunsari, Mejayan. Sebelum akhirnya pindah kontrakan di Jalan Jalan Bromo, Desa/Kecamatan Mejayan. Rumah yang lokasinya cukup tersembunyi itu ditinggali bersama tiga anaknya yang masih seusia SD. Tiga anak yang sudah dewasa dipondokkan di Ngawi. Seorang anak lainnya telah menikah dan menetap di Sumatera.

Penangkapan Jok membuat kaget sejumlah tetangga rumah kontrakannya. Mereka nyaris tidak percaya bila sosok yang hobi memancing itu diduga terlibat aksi teror. Sebab, akrab bersosialisasi dengan warga dan rajin beribadah. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here