Polisi Tunggu Masa Pemeliharaan Puskesmas Wungu

52

MADIUN – Polisi masih meraba-raba proyek pembangunan Puskesmas Wungu. Meski telah mengklarifikasi beberapa pihak, Satreskrim Polres Madiun baru akan melangkah setelah masa pemeliharaan bangunan yang digarap CV Sekawan Elok (SE) itu berakhir. ‘’Kami belum cek kondisi (bangunan, Red) karena rekanan masih punya tanggungan,’’ kata sumber di Polres Madiun kemarin (7/2).

Sumber ini menambahkan, CV SE masih punya kewajiban memperbaiki jika terjadi kerusakan bangunan. Terhitung enam bulan sejak proyek diselesaikan. Jangka waktu itu tertuang dalam kontrak dengan dinas kesehatan (dinkes) selaku pemilik proyek. Karenanya, kondisi konstruksi bangunan yang pengerjaannya molor itu belum dipantau. Sembari menunggu tenggat berakhir, pihaknya melanjutkan proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata). ‘’Klarifikasi terus berjalan,’’ ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro menyebut sudah ada beberapa pihak yang dimintai keterangan. Salah satunya kepala dinkes selaku pihak pengguna anggaran. Rencananya klarifikasi dilanjutkan dengan menggali keterangan dari CV SE. Terkait ada tidaknya indikasi penyimpangan, masih menunggu gelar perkara. ‘’Nanti itu, belum bisa memastikan, masih pengklarifikasian,’’ kilahnya.

Sementara Maroma, pimpinan CV SE Grup, belum bisa memberi keterangan ketika dimintai tanggapan terkait langkah polisi. Dia meminta waktu bertemu langsung di Madiun bersamaan agenda ke dinkes dalam waktu dekat. ‘’Posisi ada di Nganjuk, nanti saya kasih kabar kalau ke Madiun,’’ tuturnya singkat.

Sebelumnya Kadinkes Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono berjanji bakal kooperatif atas pengusutan polisi. Anak buahnya dipanggil 28 Januari lalu untuk puldata dan pulbaket. Korps baju cokelat meminta data ihwal proyek senilai Rp 1,4 miliar itu. Seperti perjanjian kontrak dengan CV SE hingga detail perencanaan pembangunan. ‘’Kami menghormati polisi yang tengah melakukan tugasnya,’’ katanya beberapa waktu lalu.

Diketahui, molor pembangunan Puskesmas Wungu mengusik Satreskrim Polres Madiun. Lantaran tenggat penyelesaian melebar hingga berganti tahun anggaran dari target kelar 12 Desember 2018. Penelisikan proyek dinkes itu untuk memastikan proyek tidak terindikasi penyimpangan. Kendati rekanan asal Bogo, Nganjuk, itu telah menyelesaikan 100 persen pekerjaan 19 Januari 2019 lalu. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here