Polisi Temukan 14 Bendel Dokumen Pemilu di Bus

63

MADIUN – Polisi terus mempersempit aksi anarkistis dan keterlibatan masyarakat sipil dalam aksi bela kedaulatan di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI besok. Selasa (21/5) jajaran Polres Madiun memulangkan 87 orang ke Surabaya. Setelah disinyalir hendak bergabung dalam aksi 22 Mei. Massa yang diangkut dua bus pariwisata itu diamankan dalam razia di rest area Km 626 tol Madiun-Nganjuk masuk Saradan.

Meski tidak menemukan senjata dan benda berbahaya, polisi mengamankan 1.784 lembar fotokopi form Pemilu 2019 di bagasi satu salah satu bus. Ribuan dokumen itu tertata dalam 14 bendel yang disimpan di empat buah kardus. Perinciannya 1.395 lembar C-1; 334 lembar DAA-1; 42 lembar DA-1; dan DB-1 dua lembar. Dokumen tersebut berasal dari hasil pemilu di wilayah Blitar, Tulungagung, Kediri, dan Madiun. Apa tujuannya? ‘’Hanya sebatas dibawa dimasukkan kotak kardus dan dibawa ke Jakarta,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono.

Pemulangan rombongan diawali ketika petugas merazia dua bus wisata nopol K 1739 CB dan K 1740 CB dengan tujuan ke Jakarta di rest area pukul 01.30. Namun, ketika ditanya keperluan, jawaban yang diberikan tidak jelas. Petugas lantas membawa ke mapolres untuk penindakan lebih lanjut.

Kedua bus diparkir di lapangan Tribrata, dan puluhan penumpang tinggal di GOR Tunggal Panaluan mapolres setempat. Puluhan penumpang berpenampilan biasa itu asal sejumlah daerah seperti Madura, Probolinggo, dan Surabaya. Mereka diperiksa secara maraton oleh empat penyidik pagi harinya. ‘’Satu persatu penumpang dimintai keterangan. Intinya untuk mengetahui tujuan dan proses mobilisasinya,’’ ujarnya.

Hasil pemeriksaan, lanjut Ruruh, rombongan ke Jakarta karena menerima undangan berbuka puasa dan sahur dari kolega. Namun, pihaknya tidak percaya begitu saja. Sebab, bertepatan ada agenda aksi demonstrasi oleh kalangan yang tidak sepakat hasil rekapitulasi pemilu tingkat nasional. Apalagi, ditemukan bukti salinan dokumen hasil pemilu beberapa daerah yang tidak jelas peruntukannya. Berkas tersebut telah dikembalikan. ‘’Jadi, kami mengantarkan rombongan kembali pulang sampai ke titik pemberangkatan di Sukolilo, Surabaya,’’ ucapnya sembari menyebut rombongan itu menerima upaya pemulangan. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here