MadiunNgawiPeristiwa

Polisi Telisik Usaha Tambang Maut yang Tewaskan Suwaji

KENDAL – Nasib tragis yang menimpa Suwaji solah membuka mata sejumlah pihak. Bagaimana tidak, lelaki 40 tahun itu tewas di lokasi tambang batu yang ada di Dusun Wonorejo, Desa Sidorejo, Kendal, Selasa (24/7).
Hasil pantauan Radar Ngawi, tambang batu tersebut menjadi ladang mengais rezeki sebagian besar warga desa setempat. Suwaji, salah satu warga yang menjadi penambang batu tradisional.
Ironisnya, pekerja tambang tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja yang memadai. Padahal kondisi lahan tambang berupa tebing curam setinggi kurang lebih 50 meter.
Salah seorang warga yang menolak namanya dikorankan mengungkapkan kegiatan tambang sudah berlangsung sejak berpuluh tahun silam. Warga setempat nekat menambang tanpa memedulikan risiko yang ada.
Padahal, hasil menambang pun tidak sebanding dengan rupiah yang didapatkan. ’’Satu rit (kurang lebih empat kubik, Red) batu bisa laku Rp 300 ribu,’’ ujar warga yang tinggal tak jauh dari area tambang.
Pun nominal ratusan ribu rupiah itu tak serta merta masuk kantong penambang seperti Suwaji. Sebab, kata sumber tersebut, sejumlah uang harus disetor kepada pemilik lahan yang ditambang.
Pun masih ada potongan lain yang wajib yang disetor untuk lingkungan setempat. ’’Dari dulu memang seperti itu,” terangnya.
Meski penghasilan yang didapat tak sebanding dengan resiko keselamatannya, banyak warga yang menggantungkan hidup dari hasil menambang batu. Namun tidak sedikit yang memilih pekerjaan lain.
Faktor keselamatan menjadi alasan utama. Meski terbelit kebutuhan ekonomi, mereka tidak mau bertaruh nyawa menjadi penambang tradisional.
’’Apalagi helm, sepatu oglok (sepatu proyek) saja tidak pakai. Kalau saya mending serabutan yang lain, takut kalau ikut nambang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Suwaji ditemukan meregang nyawa setelah tertimbun material tambang yang berasal dari tebing batu setinggi 50 meter.
’’Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara, Red), kami menemukan galah bambu yang digunakan korban untuk menggalah tebing batu,’’ ujar Maryoko.
Satu rekan korban sesama penambang berhasil menyelamatkan diri. Jasad Suwaji ditemukan tak jauh dari lokasinya menambang.
’’Kasus ini akan kami tindak lebih lanjut lagi. Perihal keberadaan dan status tambang di lokasi kejadian,’’ tegas Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Maryoko, Selasa (24/7). (mg8/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close