KriminalitasMagetan

Polisi Tangkap Pengguna Sabu dan Dobel L

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Magetan sulit terbebas dari peredaran narkoba. Buktinya, dua warga setempat dicokok lantaran memiliki sabu dan pil dobel L. Adalah Achmad Choirudin yang kedapatan memilki 2,18 gram sabu. Juga Riski Rosandy yang mengantongi 59 butir pil dobel L. Keduanya sama-sama mendapatkan barang haram itu dari Madiun. ‘’Narkoba yang dimiliki pelaku berasal dari Madiun,’’ kata Kasat Resnarkoba Polres Magetan AKP Edy Riyanto Kamis (24/10).

Kedua pelaku kemarin dipamerkan polisi di hadapan awak media. Edy menjelaskan, Achmad diringkus di seputar SPBU Belotan, Jalan Raya Bendo-Maospati, Sabtu malam lalu (19/10). Polisi menemukan 2,18 gram sabu yang terbagi dalam tujuh kantong plastik klip serta dua alat bong. Dari hasil pemeriksaan, Achmad mengaku hanya dua kali mengonsumsi sabu. Dari penelusuran polisi, Achmad merupakan residivis kasus serupa dan pernah dihukum 2013 silam. ‘’Dulunya bahkan sempat jadi pengedar sekaligus pemakai,’’ ujar Edy.

Dari keterangan Achmad, terungkap bahwa rantai peredaran sabu di Magetan berasal dari Madiun. Dia membeli 2,18 gram sabu tersebut seharga Rp 3 juta. Edy secara spesifik membantah bahwa jaringan pengedar barang haram itu bersumber dari dalam Lapas Klas I Madiun. Polisi masih mendalami jaringan yang memasok sabu ke Achmad.

Sementara, Riski Rosandy dibekuk di kamar kosnya di Jalan Ahmad Yani, Kepolorejo, Senin lalu (14/10). Sudah lama Riski ditarget polisi. Usai menerima laporan masyarakat tentang aktivitas Riski yang mencurigakan. Di kamar kos Riski, polisi menemukan 59 butir pil dobel L dan satu butir ineks. Warga asal Desa Dadi, Plaosan itu, juga mengaku mendapatkan pil koplo dari Madiun. Polisi menduga Riski bagian dari jaringan pengedar di Magetan. ‘’Masih kami dalami lagi keterlibatannya dengan jaringan mana,’’ tutur Edy.

Belum dipastikan apakah kedua pelaku akan langsung mendapatkan rehabilitasi. Edy menyebut, keputusan itu ada di tangan hakim. Dalam waktu dekat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim akan melakukan assessment untuk keduanya. Polisi terus berkoordinasi dengan pihak BNNP. ‘’Rehabilitasinya juga menjadi wewenang provinsi,’’ pungkasnya. (fat/c1/naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close