Polisi Sterilkan Gereja, Madiun Aman!

260

MADIUN – Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, Minggu (13/5) mendapat kecaman keras. Bom bunuh diri di tiga gereja itu menewaskan sedikitnya 11 orang dan 41 orang luka-luka. ’’Ini peristiwa biadab melanggar kemanusiaan,’’ kata Aplhonsus Boedi Prasetijo kepala Paroki Gereja St Cornelius.

Teror itu dilakukan pagi kemarin di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Kecamatan Gubeng; Gereja Kristen Indonesia Jalan Raya Diponegoro; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Boedi mengatakan, seluruh umat harus satu tafsir mengenai aksi terorisme. Bahwa, tindakan itu adalah bagian dari kekerasan. Dan segala macam bentuk kekerasan harus dihentikan. Sebab, kekerasan hanya merugikan orang banyak. ’’Say no for terorism,’’ paparnya.

Romo Boedi menyampaikan dengan tegas mengecam tindakan teror yang telah terjadi di Surabaya. Dan menolak segala bentuk kekerasan karena tidak sejalan dengan martabat kehidupan manusia. ’’Juga bertentangan dengan ajaran agama apapun,’’ paparnya.

Dia menghimbau kepada seluruh umat Kristiani untuk tidak perlu takut. Selain itu, Romo Boedi juga mengajak semua umat untuk ikut memerangi tindakan terorisme. Umat diminta untuk tetap tenang dalam menjalankan ibadah misa. Peristiwa bom bunuh diri tersebut telah menghadirkan duka yang mendalam tidak hanya umat Kristiani. Melainkan, duka bagi seluruh warga Indonesia. ‘’Didoakan yang terbaik,’’ ujarnya.

Senada dengan Boedi,  Murwaningsih sekretaris Pelaksana Harian majelis Jemaat (SPHM) GPIB Gamaliel mengklaim, jika koordinasi dengan aparat kemanaan Kota Madiun selama ini berjalan lancar tanpa ada ancaman. Pun, dia meyakini dan percaya bahwa kepolisian akan menangani dengan baik. ’’Kalau kami di GPIB aman-aman saja lancar, jemaat nggak ada yang takut,’’ tandasnya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu saat dikonfirmasi mengatakan, jika situasi Kota Madiun berjalan kondusif. Umat kristiani masih dapat menjalankan ibadah misa di gereja-gereja yang ada di Kota Madiun. Nasrun mengklaim, kepolisian telah melakukan sterilisasi seluruh gereja di Kota Madiun. Kemudian telah dilakukan pengecekkan seluruh barang bawaan jemaat. ’’Tidak ada ancaman, alhamdulillah kondusif,’’ terangnya.

Kata dia, sebanyak 150 personel dikerahkan untuk meningkatkan keamanan. Mereka dibagi merata di seluruh gereja yang ada di Kota Madiun. Gabungan dengan TNI dan pemerintahan daerah. Perkiraan jika digabung, jumlah personil gabungan mencapai 200 orang. Untuk gereja dengan jumlah jemaat yang besar, jumlah personel ditingkatkan. ‘’Untuk Kota Madiun kami tetap melakukan keamanan dengan tiga pilar (sinergitas TNI, polri dan pemda),’’ paparnya. (mg2/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here