Polisi Segera Selidiki Tiang Pancang Jembatan Gantung Miring

191

PACITAN – Insiden jembatan gantung Banjarsari 2 yang nyaris putus menyisakan tanda tanya. Pasalnya, jembatan penghubung Desa Banjarsari dan Semanten itu baru sekitar sepekan terakhir dioperasikan. Serah terima poyek pun belum dilakukan. Namun, Kepala Desa Banjarsari Gatot Purwadi sudah menemukan keganjilan pada konstruksi jembatan sepanjang 120 meter itu.

Dia mendapati salah satu tiang pancang sisi timur jembatan miring. Dia menduga itu mengakibatkan beban tiang pancang tidak seimbang hingga berujung jembatan mleyot. Sejatinya, temuan tersebut sudah dilaporkan kepada dinas terkait. ‘’Dua minggu lalu sudah saya laporkan ke PU binamarga jika tiang pancang sebelah timur miring,’’ katanya kemarin (25/1).

Menurut dia, jika laporan tersebut ditindaklanjuti, mungkin insiden tidak akan terjadi. Hanya, usai melapor Gatot belum melakukan pantuan kembali hingga nahas yang menyebabkan dua korban luka kemarin sore (25/1) terjadi. Yakni, seorang pekerja dan seorang warga yang melintasi jembatan. ‘’Korban warga sudah bisa keluar,’’ ungkapnya.

Gatot pun mengungkapkan bahwa jembatan Banjarsari 2 sudah diopersikan sejak sekitar sepekan lalu. Tidak hanya digunakan warga desanya, tapi juga warga Desa Semanten dan sekitarnya. Dia heran, lantaran proyek pembangunan jembatan Banjarsari 2 itu ternyata dirampungkan dalam waktu kurang lebih satu bulan. ‘’Pekerjaan mulai Desember awal,’’ terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Banjarsari 2 Syifa Udhuka belum bisa dikonfirmasi penyebab nyaris putusnya jembatan gantung yang dibiayai APBN 2018 itu. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, dia mengaku masih dalam perjalanan dari Madiun. ‘’Nanti saja di sana (Pacitan, Red),’’ katanya tadi malam.

Sementara Kapolres Pacitan AKBP Sugandi menduga insiden tersebut akibat kesalahan konstruksi. Pasalnya, tidak ada indikasi faktor alam atau bencana.  Pihaknya bakal menyelidiki penyebabnya. ‘’Kami akan kerja sama dengan pemerintah daerah atau instansi terkait untuk penyelidikan. Kami juga butuh keterangan ahli,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here