Madiun

Polisi Menyergap, Pembalap Tiarap

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kucing-kucingan polisi dengan pembalap liar berlanjut. Saat polisi berusaha menyergap, para pembalap tiarap. Giliran petugas lengah, mereka polah. Sabtu malam lalu (18/1), misalnya. Operasi yang digelar mulai pukul 20.00 hingga 04.00 Minggu dini hari (19/1) itu pun nihil hasil.

Diduga rencana penertiban telah bocor. Sehingga, tak satu pun pembalap yang menampakkan batang hidungnya. ‘’Sebenarnya ini bukan razia, tapi sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada balap liar,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Budi Cahyono.

Ada dua lokasi para pembalap gelap memacu speed motor mereka. Yakni, di jalan ring road barat dan Jalan Mastrip. Dua ruas jalan itu jadi primadona lantaran lebar dan mulus.

Sekitar 50-an personel diterjunkan. Namun, di jalan ring road barat, titik balap liar lengang. Padahal biasanya para pembalap dari Madiun Raya tumpah ruah di lokasi itu. ‘’Personel gabungan dari satshabara, bagops, Polsek Manguharjo, dan satlantas,’’ lanjut Budi.

Razia terakhir Sabtu pekan lalu (11/1) berhasil menjaring lima unit sepeda motor yang diduga untuk balap liar. Selebihnya tunggang langgang saat polisi datang. ‘’Sangat mengganggu pengendara lain dan meresahkan masyarakat. Karena itu, kami antisipasi,’’ jelasnya.

Biasanya, balap liar digeber antara pukul 00.00-03.00 dini hari saat lalu lintas lengang. Meski sebetulnya jalur tersebut dilewati bus. Bahkan, mereka nekat menghentikan bus dan truk besar saat dua joki beradu kecepatan hingga garis finis. ‘’Jamnya berubah-ubah. Yang jelas pasti malam Minggu,’’ ungkapnya.

Tidak sekadar balapan, tapi juga taruhan. Ajang terlarang itu jadi pembuktian joki sekaligus tim yang nyetting sepeda motor. Setelah besaran taruhan disepakati kedua kubu beberapa hari sebelumnya, mereka menyiapkan sepeda motor. ‘’Sejauh ini belum kami temukan yang taruhan. Hanya informasinya seperti itu,’’ bebernya.

Selama ini pembalap liar dijerat pasal 155 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut melarang pengemudi kendaraan bermotor balapan dengan kendaraan bermotor lainnya. Ancaman bagi pelanggarnya pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta. ‘’Bisa kami tahan motor untuk menimbulkan efek jera,’’ tegasnya.

Mayoritas para pembalap berusia pelajar. Karena itu, pihaknya bakal intensif patroli untuk pencegahan. Selain meresahkan masyarakat dan mengganggu pengendara, juga membahayakan diri sendiri karena tidak menggunakan perlengkapan balap. ‘’Jika ada informasi terkait balap liar kami imbau segera melapor,’’ pintanya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close