Polisi Kantongi Identitas Pelaku Perampokan Toko Besi

113

PONOROGO – Polisi terus mendalami perampokan di Toko Besi Multi Kencana, Jumat (8/2). Sejauh ini informasi yang terhimpun masih minim. Toko di Kelurahan Keniten itu tak dilengkapi closed circuit television (CCTV).

Dua pelaku perampokan yang menyatroni Toko Besi Multi Kencana sulit terdeteksi. Polisi minim informasi seputar pelaku berperawakan kekar dan seorang lagi berpostur tinggi tersebut.

Sebenarnya, tetangga yang rumahnya di seberang jalan mengetahui saat pelaku berhenti di toko di Kelurahan Keniten tersebut. Namun, tidak menaruh curiga dan mengira pembeli. Sebab, tidak ada gelagat mencurigakan. ‘’Saya pas ada di depan rumah. Tapi gak ada teriak minta tolong. Dikira pembeli biasa,’’ kata warga depan toko yang enggan namanya disebutkan itu.

Saat perampokan sekitar pukul 16.30 Jumat (8/2), tetangga itu sedang ngobrol bersama keluarga di halaman rumahnya. ‘’Waktu itu ada banyak orang. Biasa kalau sore santai di depan rumah,’’ ujarnya.

Warga setempat baru ngeh jika kedua orang yang baru meninggalkan toko itu perampok saat penjaga toko berteriak setelah disatroni. Namun, kedua pelaku sudah menggeber motornya ke arah kota. ‘’Lalu orang sekitar sini mendatangi toko,’’ imbuhnya.

Kendati demikian, polisi sudah mengantongi ciri-ciri kedua pelaku. Pelaku pertama, yang sempat menunjukkan senjata api ke karyawan toko, bertubuh kekar. Sementara pelaku kedua yang meminta uang bertubuh lebih tinggi. Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna putih yang pelat nomornya ditutupi. ‘’Masih penyelidikan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.

Ciri-ciri itu didapat dari beberapa keterangan saksi. Kedua pelaku saat melakukan aksinya tidak mengenakan topeng. Pun polisi masih terus melakukan pencarian. ‘’Senjata api yang ditunjukkan itu apakah beneran atau mainan, juga masih kami dalami,’’ lanjutnya.

Kedua pelaku berboncengan mengendarai motor datang dari arah kota. Kemudian putar balik menuju toko besi di timur jalan. Layaknya pembeli, keduanya bertanya-tanya. Mengetahui salah satu dari pelaku mengeluarkan senjata api, penjaga toko geragapan. Di saat yang sama, pelaku lain menggertak agar penjaga toko itu lekas menyerahkan uang hasil penjualan. Spontan penjaga toko tidak dapat mengelak, apalagi melawan. Diperkirakan, pelaku berhasil menggondol uang Rp 10 juta hasil jualan seharian. ‘’Kami masih berupaya mencari rekaman CCTV,’’ tuturnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here