Polisi Janjikan Secepatnya Gelar Perkara WDR

10

MADIUN – Tak banyak yang bisa disimak dari penyelidikan kasus pembangunan kolam pemancingan Watu Dakon Resort (WDR). Padahal, pemeriksaan Kades Banjarsari Wetan Samekto dan Camat Dagangan Muhammad Zahrowi sudah lewat sepekan.

Jumat pekan lalu (5/4), kedua pemangku wilayah dari lokasi pendirian wahana yang dibangun Agus Suyanto —investor WDR telah dihadirkan sebagai saksi pamungkas. Kesaksiannya nanti disinkronkan dengan lima saksi sebelumnya.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro irit bicara kala ditanya perkembangan penelisikan dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup itu.

Dia hanya menjanjikan secepatnya melakukan gelar perkara. Demi menentukan ada tidaknya unsur pidana atas kegiatan maladministrasi izin yang dilakukan Agus sejak awal tahun lalu. ‘’Nanti. Tergantung penyidiknya,’’ katanya ketika didesak kapan waktu pelaksanaan gelar perkara awal, kemarin (11/4).

Sebelumnya, Logos sempat memperkirakan gelar perkara awal dilaksanakan pekan ini atau setelah Pemilu 2019. Penyidik bakal mencocokkan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tujuh saksi yang telah diperiksa sejak awal Maret lalu. Selain Samekto dan Zahrowi, mereka adalah Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Isbani, Kabid ESDM DPMPTSP Aris Budi Susilo, Kasi Perencanaan Lingkungan Hidup DLH Frans da Costa, pengawas pekerja WDR Marsudi, dan pelapor. Juga, disinkronkan dengan unsur pasal di UU yang disangkakan. ‘’Ini belum selesai (pendalaman penyidik, Red),’’ imbuhnya.

Logos pun belum berencana menambah jumlah saksi. Bergantung rekomendasi dari hasil gelar perkara awal yang dilakukan penyidik nantinya. Langkah itu bisa dilakukan dengan skema hasil gelar awal mengindikasikan ada unsur pidana. Penyidik bakal melakukan serangkaian pemanggilan saksi-saksi yang berujung gelar perkara lanjutan. Bila indikasi pidana menguat, penanganannya naik menjadi penyidikan sekaligus menetapkan tersangka. ‘’Sebelum gelar awal, belum bisa memastikan ada tidaknya pidana,’’ tuturnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here