KriminalitasMadiun

Polisi Gerebek Pesta Sabu di Perumahan Green Hill

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lagi dan lagi. Peredaran narkoba jenis sabu masih marak di Madiun. Polres Madiun Kota kembali mengamankan dua pelaku pengedar dan pemakai sabu, Rabu lalu (24/7). EC, 27, warga Nglames, Madiun; dan GL, 28, warga Kelurahan/Kecamatan Jiwan, Madiun, tidak berkutik saat digerebek petugas di Perumahan Green Hill, Jiwan, Kabupaten Madiun.

EC ditangkap di halaman rumah kontrakan GL pukul 05.00. Ketika itu EC hendak meninggalkan kontrakan usai semalam suntuk pesta sabu bersama GL. Usai dibekuk, petugas melakukan penggeledahan di rumah GL. ’’Setelah itu kami geledah rumah kontrakan GL yang digunakan pesta sabu,’’ kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota AKP Ida Royani.

Kedua tersangka tidak dapat berkutik usai petugas mendapati sabu seberat 0,30 gram saat menggeledah rumah kontrakan GL. Barang tersebut didapatkan GL dari EC. Dari penangkapan tersebut, petugas mengembangkan dan kembali menggeledah rumah EC. Petugas kembali menemukan sabu seberat 0,64 gram. ‘’Barang tersebut sudah siap dijual,’’ lanjutnya.

Kedua tersangka digelandang ke Mapolresta Madiun untuk menjalani serangkaian penyelidikan. Polisi masih memburu orang yang memasok sabu kepada EC. Ida mengungkapkan, EC mulai menjadi pengedar sekaligus pemakai tiga tahun terakhir. ’’Mendapatkan sabu dari mana masih kami dalami dan kembangkan,’’ ungkapnya.

Dalam mengedarkan sabu, EC terhitung amatiran. Dia mengirimkan langsung sabu kepada pemesan tanpa perantara. Pun tanpa meranjau di lokasi tertentu seperti yang biasa dilakukan pemain lama. ‘’Langsung dikirimkan kepada pemesan, tidak diranjau di suatu lokasi tertentu,’’ jelasnya.

Sementara itu, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu total seberat 0,97 gram; uang tunai hasil penjualan Rp 400 ribu; dan berbagai peralatan lain seperti timbangan elektrik, gulungan isolasi, jarum suntik, korek api, dan gunting. ‘’Kami lakukan pengembangan untuk memburu orang yang memasok sabu kepada EC,’’ tuturnya.

Atas aksinya, keduanya terancam hukuman penjara minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. “Kami berharap dan mengajak seluruh warga menjauhi obat-obatan terlarang itu. Karena sangat merugikan bagi diri sendiri dan orang lain,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close