KriminalitasMadiun

Polisi Gadungan Tipu Wanita, Minta Foto Bugil, Hingga Peras 90 Juta

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun  – Menyaru sebagai perwira polisi, DH alias Ary dibekuk Satreskrim Polres Madiun Kota di rumahnya di Kedunggalar, Ngawi. Pria 38 tahun itu menyaru dua identitas polisi sekaligus: anggota Polda Jatim dan kasatnarkoba. Dia dilaporkan korbannya yang telah dirugikan lahir-batin.

Aksi penipuan itu dimulai saat tersangka menjalin perkenalan dengan korban via media sosial (medsos), Maret lalu. Dalam akun medsosnya, DH mengaku sebagai Agung Pratama, anggota Polda Jatim. Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan kaus Polres Kota Madiun dan mengarang cerita sedang dalam proses mutasi tugas ke kota ini. ‘’Tersangka kemudian menjalin hubungan jarak jauh dengan korban dan berhasil meminta foto bugilnya,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP R. Bobby Aria Prakasa Selasa (21/7).

Setelah mendapatkan foto bugil korban, tersangka kembali mengarang cerita. Bahwa dirinya tersandung kasus narkoba. Pelaku kemudian bercerita bahwa handphone miliknya ikut disita. Pelaku berpura-pura bisa dijerat pidana pornografi karena foto bugil milik korban yang tersimpan di galerinya. ‘’Tersangka menyuruh korban menghubungi Kasatnarkoba AKP Hariyanto yang tak lain adalah pelaku itu sendiri,” jelas Bobby.

Saat tersangka mengaku Agung Pratama, dia memang belum pernah bertatap muka dengan korban. Baru setelah mengaku sebagai AKP Hariyanto, dia menunjukkan wajahnya. Identitas kedua itu diakui tersangka sebagai atasan Agung Pratama. Pelaku kemudian meminta korban mentransfer uang agar kasus pornografi itu tidak dilanjutkan. Karena takut, korban menyanggupi permintaan tersangka dan mentransfer berulang kali ke rekening tersangka hingga Rp 90 juta. ‘’Tersangka juga berulang kali mengajak korban berhubungan intim sebagai iming-iming kasus pornografinya tidak diteruskan,’’ bebernya.

Tersangka menjalin komunikasi dengan korban hingga Juli. Perempuan 23 tahun itu sadar telah ditipu setelah tersangka tidak bisa dihubungi. ‘’Pelaku menggunakan uang korban untuk membeli Suzuki Satria FU, memperbaiki rumah, melunasi utang, dan berfoya-foya,’’ terangnya.

Bobby menengarai korban dari kasatnarkoba gadungan ini tidak seorang. Dari hasil penyelidikan, didapati masih ada korban lain yang belum melapor. Pelaku yang sudah diamankan sejak Jumat itu dijerat pasal 45 ayat (4) pasal 24 ayat (4) UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang ITE atau pasal 378 KUHP. Dengan ancaman kurungan maksimal 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 miliar. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close