Polisi Endus Penambangan Ilegal di Tamperan

73

PACITAN – Dugaan aktivitas penambangan ilegal di lingkungan Tamperan, Sidoharjo, Pacitan, ternyata sudah terendus kepolisian. Bahkan, Polres Pacitan sudah menyelidiki izin usaha tambang batu untuk material proyek perbaikan breakwater Pelabuhan Tamperan itu. ‘’Berawal dari beberapa keluhan masyarakat terkait aktivitas penambangan,’’  kata Kapolres Pacitan AKBP Sugandi, Rabu (17/7).

Meski begitu, pihaknya belum bertindak represif. Dia meminta anggotanya memulai penyelidikan sejumlah usaha tambang lainnya. Dari hasil penyelidikan, hanya ada satu atau dua pengusaha yang telah mengantongi izin. Lainnya belum ada. ‘’Jadi, pelaku usaha yang punya izin dan belum, datanya sudah ada di meja saya,’’ ujarnya.

Usai penyelidikan, Sugandi berencana mengundang pengusaha tambang di lingkungan Tamperan. Pun di lokasi lainnya. Khususnya, yang belum mengantongi izin. Pihaknya bakal menggandeng Pemkab Pacitan. Terutama organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi usaha pertambangan. ‘’Mereka bakal diberi sosialisasi regulasi penambangan galian pasir batu dan proses izin ke provinsi,’’ jelasnya.

Upaya tersebut juga untuk menyadarkan para pelaku usaha tambang. Kegiatan penambangan diharamkan jika kelengkapan izin belum dipenuhi. Setelah sosialisasi, pihaknya bakal lebih tegas. Polres Pacitan bakal menutup hingga menjatuhkan sanksi pidana jika nekat menjalankan aktivitas penambangan tanpa izin. ‘’Harapannya, secara sukarela pengusaha yang belum melengkapi izin menghentikan dulu operasional penambangan. Kalau tetap bersikeras melanjutkan, kami tindak,’’ tegasnya.

Namun, sosialisasi belum bisa digelar dalam waktu dekat. Pekan ini dia masih harus mengikuti sejumlah kegiatan persiapan pemilikan kepala desa (pilkades) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Madiun. Sehingga, sosialisasi rencananya digelar pekan depan. ‘’Kami kumpulkan dan memeriksa kembali dokumen mereka. Terutama izin dari provinsi,’’ tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, belang tambang material bebatuan breakwater Pelabuhan Tamperan mulai benderang. Dugaan bodongnya tambang yang berada di lingkungan Tamperan menguat. Itu setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan belum menerbitkan rekomendasi upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL)-nya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here