Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Getas Anyar

408

MAGETAN – Nyawa Ida Winarsih harus berakhir di tangan suaminya sendiri. Perempuan 30 tahun asal Dukuh Blanten Desa Getas Anyar, Kecamatan Sidorejo, Magetan, itu meregang nyawa kemarin (17/1) sekitar pukul 08.00 di RSUD dr Sayidiman. Sekitar 5 jam sebelumnya, dua tusukan pisau dapur dari tangan suaminya menghujam ke punggung hingga menembus paru-paru.

Belum diketahui motif aksi sadis rajapati itu. Namun, informasi yang dihimpun Radar Magetan, pasangan suami istri (pasutri) itu terlibat cekcok hebat sekitar pukul 23.30. Lanjar yang baru sepekan pulang dari Kalimantan itu mendadak naik pitam. Dalam posisi kalap, Lanjar menyerang istri yang sudah melahirkan anak semata wayangnya tersebut.

Lanjar sempat menusukkan pisau dapur ke punggung istrinya sebanyak dua kali. Ida sebenarnya berusaha kabur sambil berteriak minta tolong dengan kondisi pisau tertancap di punggunya. Namun, baru sampai teras sudah roboh. Teriakan Ida sempat membuat geger warga di lingkungan RT 10 RW 2 Dukuh Blanten, Desa Sidorejo. Jais, bapak dari korban sempat berupaya menolong dengan menarik pisau yang menancap. Didik Susanto, salah seorang tetangga korban juga langsung mendatangi sumber suara. Dia melihat Ida dalam kondisi terkapar. ’’Saya mendengar orang minta tolong, ternyata Ida sudah dalam posisi lemah dengan kondisi luka tusukan di punggung,’’ kata Didik ditemui di TKP kemarin.

Didik bersama Jais lantas membawa Ida ke RSUD dr Sayidiman dengan pikap terbuka. Saat itu, Ida masih bernapas. Lanjar yang berdiam diri di dalam rumah dibiarkan begitu saja. Sebab, warga lebih mementingkan nyawa Ida. Aksi penyerangan itu juga sempat membuat orang tua dan anak semata wayang Ida syok. Namun, kabar buruk didapat sekitar pukul 07.30. Nyawa Ida tak tertolong. ’’Saya terakhir melihatnya (Lanjar, Red) sekitar pukul 03.00, setelah itu tidak melihat lagi,’’ ujar Didik.

Menurut keterangan sejumlah warga, kasus penyerangan itu tak langsung dilaporkan ke polisi. Baru ketika Ida dinyatakan meninggal dunia, kasus itu dilaporkan. Mengetahui istrinya meninggal dunia, Lanjar yang baru sepekan pulang kampung lantaran menghadiri acara selamatan 40 hari ibunya itu memilih kabur. Polisi masih memburunya.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifa’i menyatakan bahwa tim reskrim sudah memburu pelaku. Pihaknya akan berusaha secepatnya melakukan penangkapan. Selain itu, pihaknya sudah menggali keterangan dari sejumlah saksi. Itu untuk mengetahui motif dari aksi penusukan hingga menyebabkan hilang nyawa tersebut. ’’Suami korban  yang sehari-hari bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan itu mengalami masalah keluarga yang tidak diketahui keluarga dekat. Memang cenderung pendiam dan tertutup,’’ katanya.

Kapolsek Plaosan AKP Sukono menambahkan,  Lanjar diduga langsung kabur setelah ada warga yang melaporkan kejadian tersebut. Polisi terus memburu keberadaannya. Semua lokasi terus diidentifikasi. Terkait keseharian korban, selama ini Ida bekerja sebagai petani. ’’Dikenal baik oleh warga di lingkungannya,’’ jelasnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here