Polisi Bongkar Praktik Penggelonggongan Sapi

168

NGAWI – Praktik penggelonggongan sapi belum beranjak pergi dari Ngawi. Rabu malam (1/8) polisi menggerebek penampungan hewan di Kelurahan Karangtengah, Ngawi. Petugas mendapati enam ekor sapi yang diduga kuat sudah digelonggong. Satu ekor di antaranya dalam kondisi mati lantaran kelewat banyak dicekoki air. ‘’Pelaku yang merupakan pemilik kami tahan untuk diproses sesuai hukum,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kemarin (2/8).

Yang membuat polisi geleng-geleng kepala, tersangka diketahui masih berusia 19 tahun. Ahmad Ni Amthowi mengaku baru delapan hari melakukan praktik tersebut. Dalam kurun waktu tersebut sedikitnya 10 ekor sapi gelonggongan terjual ke konsumen.

Belakangan diketahui sudah setahun lebih keberadaan penampungan sapi di Gang Mawar, Jalan Ronggowarsito, itu. ‘’Praktik penggelonggongan ini dilakukan di tempat penampungan, bukan RPH (rumah pemotongan hewan, Red),’’ imbuh Natal, sapaan Pranatal Hutajulu.

Natal menjelaskan, sapi-sapi yang telah digelonggong itu sedianya dikirim ke RPH Girikan, Surabaya. ‘’Hal-hal semacam ini perlu diantisipasi karena mendekati Idul Adha. Pemerintah sudah memiliki aturan jelas mengenai pemotongan sapi,’’ ujarnya sembari menyebut dari seekor sapi gelonggongan tersangka mampu meraup duit sekitar Rp 500 ribu.

Natal menyebut, praktik penggelonggongan di tempat penampungan hewan tersebut terendus polisi berdasarkan laporan warga sekitar. Alhasil, tersangka yang notabene meneruskan usaha ayahnya itu harus mendekam di balik jeruji besi.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita seekor sapi jenis limousin yang telah mati dan sejumlah peranti penggelonggongan yang ditemukan di lokasi. ‘’Kami akan lakukan patroli untuk mengantisipasi kasus seperti ini,’’ ujarnya.

Ketua RT 10 RW 05 lingkungan setempat Suparno mengaku tidak tahu menahu terkait praktik penggelonggongan sapi tersebut. Yang diketahuinya, kandang itu sebatas tempat penampungan hewan. ‘’Biasanya sapi keluar-masuk sini saat Legi,’’ ungkapnya.

Biasanya, kata Suparno, sapi masuk ke penampungan itu sekitar pukul 13.00. Kemudian, keluar lagi malam hari pukul 19.00. ‘’Sapi-sapi yang datang biasanya diangkut truk dan pikap,’’ bebernya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here