Polisi Bentuk Dua Tim Khusus Penyelidikan Kematian Sulami

46

PONOROGO – Hingga kini polisi belum dapat mengurai benang kusut misteri kematian Sulami yang tewas dengan keadaan mengenaskan. Dugaan bunuh diri mencuat berdasarkan rekam jejak Sulami yang pernah melakukan percobaan bunuh diri dua kali. Ditambah keterangan sementara dari hasil otopsi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Kediri. ’’Ditemukan luka sayatan teratur di perut,’’ kata KBO Satreskrim Polres Ponorogo IPDA Hariadi.

Hariadi membeberkan luka sayatan benda tajam tersebut sepanjang 20 sentimeter dan dalam lima sentimeter. Pun dari keterangan dokter luka tersebut tampak teratur. Itu menandakan bahwa luka tersebut tidak mungkin dilakukan orang lain. ’’Tapi ini belum kesimpulan, karena ada beberapa pertimbangan yang terus didalami oleh kepolisian,’’ lanjutnya.

Bukti dan keterangan tersebut belum cukup kuat bagi pihak kepolisian menyimpulkan misteri kematian Sulami. Apalagi sejumlah keganjilan dalam nahas malam hari itu belum terjawab. Salah satunya Sulami berteriak minta tolong. ’’Memang kalau bunuh diri kenapa harus minta tolong. Ini yang terus kami dalami,’’ imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga belum menemukan jawaban bagaimana berpindahnya Sulami dari kamar menuju teras rumah. Apalagi di kamar juga ditemukan ceceran isi perut dan genangan darah. Paling mencolok, lanjut dia, bercak darah dari kamar menuju teras rumah berupa garis lurus. ‘’Keganjilan ini yang terus kami dalami,’’ tuturnya.

Polisi telah membentuk dua tim khusus untuk mengurai misteri tersebut. Tim utama bertugas mengirimkan sejumlah barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Sementara tim kedua, terus melakukan penyelidikan. ’’Termasuk tugas tim kedua ini memeriksa beberapa saksi tambahan,’’ ungkapnya.

Hingga kini, polisi telah meminta keterangan dari delapan saksi yang didatangkan. Usai memeriksa empat saksi terdiri dari Boyati, ibu korban, Supeno suami siri korban, Marsono ketua RT setempat, dan tetangganya, polisi mendatangkan empat saksi tambahan. Salah satunya Sholikin, suami Sulami yang pisah ranjang dan belum cerai secara resmi. ‘’Dari keterangan saksi belum ada petunjuk berarti. Yang bersangkutan sudah lama tidak berhubungan dengan korban,’’ sambungnya.

Demi mendapatkan petunjuk baru, pihaknya saat ini tengah mencari saksi yang mengetahui kapan Supeno meninggalkan rumah Sulami. Berdasarkan keterangan Supeno, dia meninggalkan rumah tersebut sore hari. Padahal, Boyati pamitan kepada anaknya hendak memijat tetangga usai maghrib. Pun saat itu Sulami sedang bersama Supeno. ‘’Kami masih mencari saksi tersebut. Kami tegaskan hingga kini kami belum dapat mengambil kesimpulan,’’ ucapnya. (mg7/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here