Polisi Amankan Joki Ujian Praktik SIM C

154

PONOROGO – Serangkaian ujian penerbitan surat izin mengemudi (SIM) di Ponorogo cukup menyulitkan. Mulai ujian kompetensi hingga praktik. Terbukti, dari sekitar 100 pemohon setiap hari, hanya sekitar 20 yang lulus. ‘’Memang sulit, tapi bukan berarti kami mempersulit kemudian menyerahkan urusan itu kepada joki dan calo,’’ kata Kasatlantas Polres Ponorogo AKP William Thamrin S, Rabu (10/10).

Kesulitan itu dirasakan TM, warga Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Merasa tidak percaya diri, dia meminta bantuan temannya KW. Nyaris aksi keduanya hampir mengelabui petugas. ‘’Beruntung petugas mengetahui aksi mereka berdua,’’ ujar William.

Berawal saat TM tes kompetensi penerbitan SIM di Mapolres Ponorogo, Selasa (9/10). Usai tes kompetensi, dia melanjutkan tes praktik berkendara.  Saat itu dia bersama KW yang telah lulus dan mengantongi SIM C. ‘’Takut tidak lulus, tidak percaya diri, akhirnya putus asa,’’ ungkapnya.

TM ragu dan khawatir tidak lulus ujian praktik berkendara. Akhirnya dia meminta KW untuk menggantikan menjalani tes tersebut. Kebetulan hari sudah beranjak siang. Kondisi itu dimanfaatkan TM untuk mengelabui petugas.

TM menggunakan buff saat ujian praktik dengan alasan cuaca panas. Petugas tidak menaruh curiga dan memberinya izin. TM meliuk-liuk melewati setiap rintangan di arena uji praktik. ‘’Memang kami berikan izin mengenakan buff karena cuaca sudah panas,’’ sambung William.

TM berhasil menjalani uji praktik dan dinyatakan lulus. Akal bulusnya terbongkar saat menandatangani surat keterangan lulus. Petugas curiga saat TM tetap memakai buff. ‘’Anggota kami mulai curiga, sudah selesai uji praktik buff-nya tetap dipakai,’’ tuturnya.

Tanpa pikir panjang, petugas memerintahkan TM membuka buff. Dari situ diketahui wajah TM beda dengan foto di formulir pendaftaran. Untuk memastikan itu, petugas meminta TM menunjukkan e-KTP. ‘’Kami cocokkan, identitasnya tidak sama,’’ ungkap William.

TM akhirnya diamankan. Dia berterus terang kepada petugas. KW yang saat itu sedang di arena uji praktik turut diamankan. Keduanya mengakui aksinya lantaran ingin mendapatkan SIM C. ‘’Kami beri pembinaan sekaligus peringatan kepada keduanya,’’ imbuhnya.

Tidak hanya memberi peringatan, kedua orang tua mereka didatangkan. Selebihnya diserahkan kembali kepada orang tua setelah diberikan pengarahan. ‘’Sekaligus ini jadi perhatian kami untuk memberantas joki dan calo penerbitan SIM,’’ ujarnya.

William menjelaskan bahwa serangkaian tes penerbitan SIM memang sulit bagi yang tidak memenuhi syarat kompetensi. Itu untuk mengurangi risiko kecelakaan. Pihaknya berharap warga menyadari pentingnya tes penerbitan SIM demi keselamatan pengendara. ‘’Juga pengguna jalan lain. Kami terus berantas melalui sosialisasi dan banner yang kami pasang, tidak ada tempat untuk calo dan joki,’’ tegasnya. (mg7/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here