Polemik Bulu Tangkis Berakhir Manis, Djarum Diganti Audisi Umum

62

‘’Alhamdulillah. Dengan komitmen yang sama, kami sepakat audisi tetap bisa berlangsung dengan mengganti nama.’’ SUSANTO, Ketua KPAI Pusat

————

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Masa depan bulu tangkis tanah air terselamatkan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akhirnya melunak. Audisi PB Djarum Foundation yang sempat dipermasalahkan dengan alasan eksploitasi anak dipastikan berlanjut di tahun mendatang.

Konsekuensinya, nama Djarum Foundation yang melekat selama ini diganti audisi umum bulu tangkis. Tanpa menyertakan brand image rokok. ‘’Alhamdulillah.  Dengan komitmen yang sama, kami sepakat audisi tetap bisa berlangsung dengan mengganti nama,’’ kata Ketua KPAI Pusat Susanto saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun Kamis petang (12/9).

Keputusan ini, tegas Susanto, merupakan hasil pembahasan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemenko PMK, Kemenkes, Bappenas, dan Kemenpora. Penggantian nama dilandasi PP 109/2012. Bahwa penyelenggaraan kegiatan yang disponsori rokok, meskipun bagian dari tanggung jawab sosial, tidak boleh menampilkan merek, logo, dan brand image zat adiktif tersebut. ‘’Karena penggunaan brand image Djarum itu merupakan soft marketing dan soft promotion yang berpotensi menggaet sasaran perokok baru di kemudian hari,’’ ujar komisioner kelahiran Pacitan, 5 Mei 1978, itu.

Susanto juga membantah narasi bahwa KPAI bermaksud membubarkan audisi. Apalagi, sampai membuat masa depan bulu tangkis suram. Susanto meluruskan, apa yang dilakukan KPAI bagian dari tugas pengawasan agar anak tidak terpapar brand image zat adiktif berupa produk tembakau. ‘’Semakin anak dekat brand image zat adiktif rokok, akan berpotensi sebagai konsumen rokok di kemudian hari,’’ terang lulusan S-3 terbaik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Landasan lainnya, saat ini pemerintah menargetkan prevalensi anak terpapar rokok menjadi 5,4 persen dari tahun sebelumnya 9,1 persen. Dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul. ‘’Sebagaimana visi misi presiden,’’ tuturnya.

Atas penjelasan ini, Susanto meminta publik mengakhiri kerisauannya selama ini. Dengan keputusan ini, PB Djarum Foundation tetap berkontribusi dalam pengembangan bulu tangkis di tanah air. ‘’Tanpa mencantumkan merek, logo, dan brand image dalam penyelenggaraan audisi,’’ tegas wakil ketua Lembaga Pendidikan Maarif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2015-2020 itu. (kid/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here