Pohon Jadi Korban Kampanye

84

PONOROGO – Kapan peserta pemilu bisa tertib aturan? Tanda tanya itu tidak akan pernah terjawab. Di lapangan, masih ditemukan banyak pelanggaran kampanye oleh berbagai peserta pemilu. Khususnya, pemasangan alat peraga kampanye (APK) oleh peserta pileg. Baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. ‘’Total dari berbagai kecamatan, kami temukan ada 47 pelanggaran APK dalam sekali penertiban,’’ kata Marji Nur Cahyo, koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu.

Kemarin (7/2) bawaslu setempat menggandeng satpol PP melakukan penertiban APK di sejumlah kecamatan. Di Kauman saja, terdapat 14 APK yang terpaksa diturunkan. Perhitungan Marji, jumlah APK yang ditertibkan menurun dibanding penertiban Januari. Kala itu, mencapai 55 APK. Saat ini sudah lebih dari 500 APK yang diamankan sepanjang kampanye, terhitung September 2018 lalu. ‘’Sudah lebih baik, jumlah APK yang melanggar turun,’’ ujarnya.

Marji memastikan, APK itu melanggar dua instrumen hukum sekaligus. Yakni, PKPU 23/2018 tentang Kampanye yang telah direvisi, serta aturan main dalam peraturan daerah (perda) terkait pemasangan reklame. Marji mendapati banyak APK dipasang salah kaprah di berbagai fasilitas umum. Seperti tiang jaringan telepon atau listrik. Bahkan, dipaku di batang pohon. ‘’Untuk di areal lembaga pendidikan atau di tempat ibadah tidak ada temuan,’’ sebut Marji.

Marji mengklaim penertiban serentak secara berkala cukup jitu menurunkan angka pelanggaran. Banyak peserta caleg yang kemudian memperbaiki pemasangan alat peraganya. Khusus Babadan, Marji mengapresiasi lantaran tidak didapati pelanggaran. Harusnya itu dapat ditiru peserta pileg dari kecamatan lain. ‘’Babadan kali ini nihil,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here