PNS Diimbau Tak Pakai Elpiji Tiga Kilogram

108

PACITAN – Kelangkaan epiji tiga kilogram alias melon di Kota 1001 Gua memaksa pemkab turun tangan. Seluruh PNS setempat diimbau tidak menggunakan jenis bahan bakar bersubsidi itu. Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Pacitan Nomor 188/2345/408.16/2018 yang diterbitkan 12 Juli lalu.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Subekti mengungkapkan, imbauan itu mengacu Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 544/9176/022.1/2018  tertanggal 28 Juni 2018. Isinya, imbauan agar PNS beralih menggunakan elpiji nonsubsidi. ‘’Pakai selain kemasan tiga kilogram,‘’  tuturnya.

Meski begitu, kata Subekti, PNS yang kedapatan membeli elpiji melon tidak akan mendapatkan sanksi. ‘’Karena sifatnya imbauan. Tidak tertulis sanksi yang diberikan. Hanya sanksi sosial dari lingkungan sekitarnya,’’ jelas Subekti kepada Radar Pacitan.

Selain menindaklanjuti surat edaran gubernur, lanjut dia, imbauan tersebut bertujuan agar alokasi elpiji subdisi tepat sasaran. Yaitu, warga kalangan menengah ke bawah. Pasalnya, selama ini banyak masyarakat menengah ke atas maupun industri yang terindikasi menggunakan elpiji melon. ‘’Ada restoran, peternakan, pertanian, binatu, dan lainnya,’’ bebernya.

Menurut dia, jika alokasi elpiji melon tepat sasaran, jatah 182.120 tabung atau 549,36 metrik ton per bulan cukup untuk memenuhi permintaan. ‘’Tapi, faktanya saat Ramadan lalu kebutuhan meningkat 11,3 persen,’’ imbuhnya.

Dia menyebut, dalam surat edaran gubernur dan bupati disebutkan bahwa elpiji tiga kilogram hanya diperbolehkan untuk usaha mikro. Pelaku usaha dengan hasil penjualan lebih dari Rp 300 juta per tahun diimbau tidak menggunakan jenis elpiji itu.

Kepala Disperindag Supomo mengatakan, surat edaran bupati diedarkan pada Kamis lalu (19/7). Pun kelak bakal disosialisasikan ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat. ‘’Harapannya, para PNS mematuhinya,’’ ujar Supomo. (odi/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here