PNM Bekali Masyarakat Keterampilan Pengelasan

663
SINERGIS : Tim PKM dari Jurusan Teknik Politeknik Negeri Madiun bersama masyarakat saat melakukan pengabdian di bidang pengelasan (2F).

MADIUN – Dosen Jurusan Teknik Politeknik Negeri Madiun yakni Yoga Ahdiat Fakhrudi, S.Pd., M.T. dari Prodi D III Mesin Otomotif, Alfi Tranggono Agus Salim, S.Si., M.T.dari Prodi D IV Perkeretaapian dan Budi Artono, S.T., M.T.dari Prodi D III Teknik Listrik melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyrakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Program tersebut merupakan program hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti tahun 2019.Tidak hanya dosen, tim yang diketuai oleh Yoga ini juga melibatkan 5 mahasiswanya Dhimas Wahyu Satria Wardana, Kanjeng Sunan Lawu, Mitha Anandya Qathrunnada, Muhammad Narrokhim Amrullah dan Ubaeydilah ma’ruf dalam menjalankan pengabdian. “Bentuk kegiatan berupa pelatihan peningkatan keterampilan di bidang pengelasan (2F), ungkap anggota tim PKM, Alfi Tranggono Agus Salim.

Alfi menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari pada 20 hingga 21 Juli tersebut menyasar sebagian masyarakat di RT 01, RW 02, Dusun Padangan, Desa Banjarsari, Kabupaten Pacitan. Terlebih di desa tersebut matapencaharian masyrakatnya mayoritas adalah petani dan peternak. Tentu kedua matapencaharian tersebut membutuhkan peralatan dengan teknologi yang memadai. Peralatan tersebut membutuhkan perawatan dan perbaikan agar efektif dan efisien. “Salah satu perawatan dan perbaikannya dengan sistem pengelasan untuk menyambung bagian bermaterial logam, imbuhnya.

Mengingat pentingnya akan perawatan peralatan, pelatihan pengelasan perlu diberikan seiring dengan kebutuhan akan perbaikan peralatan baik peralatan pertanian, peternakan maupun peralatan rumah tangga. Selain pemberian materi berupa teori, pelatihan yang disampaikan berupa pengelasan SMAW (las listrik elektroda) pada posisi datar (1F) dan posisi horizontal (2F) yang berjenjang. Keterampilan pengelasan pada masyarakat sangat minim karena keterbatasan fasilitas berupa peralatan las dan kurangnya daya listrik yang memadai. “Selain itu karena tidak adanya pemahaman masyarakat mengenai prosedur pengelasan yang benar tentang instalasi kelistrikan dan penggunaaan prinsip K3,” terangnya.

Faktor lain yang menjadi permasalahan karena masyarakat tidak mampu menyediakan peralatan las dan pembangkit listrik (genset). Dengan demikian dilakukan pelatihan peningkatan keterampilan pengelasan (2F) yang sesuai dengan pembidangan pengelasan, K3, desain rancang bangun dan instalasi kelistrikan diinstitusi, dan pengalaman dibuktikan dari pengampu mata kuliah tersebut. Selain memberikan pelatihan berupa teori dan praktik, tim PKM dari Politeknik Negeri Madiun juga memberikan bantuan hibah. “Bantuan tersebut berupa alat pengelasan tiga set yakni alat las, genset, gerobak, tangga lipat, alat pertukangan dan alat keselamatan kerja pengelasan,” urainya.

Proyek pelatihan ini akan difokuskan pada pembuatan alat bantu kerja bidang pertanian serta alat bantu untuk memudahkan mobilisasi alat las dan pembangkitnya (genset) agar dapat mendukung kebutuhan pengelasan di wilayah yang tidak terjangkau instalasi listrik PLN. Dengan pelatihan ini diharapkan masyarakat memiliki keterampilan pada bidang pengelasan  2F yang dibuktikan dengan proyek yang dihasilkan dengan baik dan siap guna. Terlebih alat yang telah dihibahkan telah  digunakan untuk perbaikan oleh peserta pada alat pertanian, pembuatan tiang lampu, alat pertukangan dan chasis truk. “Harapan kami dengan pelatihan ini peserta memiliki kemampuan dan penguasaan dalam bidang instalasi pengelasan,” pungkasnya. (afi/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here