PMII Minta Pembangunan Tugu APPN Tidak Asal

81

PACITAN – Rencana pembangunan tugu Anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) plus perombakan kawasan perempatan Penceng mendapat atensi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Mereka tidak ingin pembangunan itu dilakukan asal-asalan. Salah satunya mengabaikan saluran air di kawasan tersebut yang berpotensi penyebab banjir. ‘’Boleh saja asal kekhawatiran warga juga diperhatikan. Salah satunya ancaman banjir akibat pendangkalan saluran air,’’ kata Ketua PMII Pacitan Rojihun kemarin (13/2).

Organisasi kemahasiswaan itu khawatir jika pembangunan monumen itu tidak memperhatikan penataan perempatan Penceng. Pasalnya, saluran irigasi di kawasan tersebut sempat mengalami pendangkalan akut. Pun baru dinormalisasi usai didesak PMII. Selain normalisasi, perlu tindakan preventif dengan penambahan daya tampung saluran air. ‘’Harus disesuaikan dengan kondisi terkini. Mungkin aliran air di saluran tersebut lebih banyak dibanding sebelumnya,’’ ujarnya.

Menurut Rojihun, rencana pembangunan Tugu APPN wajib melalui proses pembahasan terukur. Mulai bentuk, ukuran, hingga penataan lokasi di sekitarnya. Melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di antaranya dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) terkait pembangunan, dinas perhubungan (dishub) terkait lalu lintas, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) terkait reklame, dan lainnya. ‘’Seharusnya semua wajib dilibatkan. Jangan sampai setelah jadi, muncul masalah terkait tanggung jawabnya,’’ tutur Rojihun.

Dia pun mewanti-wanti prosesnya sesuai aturan. Mulai perencanaan, lelang, hingga pelaksanaan pekerjaan. PMII bakal mengawal pembangunan yang mulai digulirkan 2017 lalu itu. Dia tidak ingin tugu yang digadang-gadang jadi landmark Kota 1001 Gua tersebut berakhir tragis akibat kecurangan oknum tidak bertanggung jawab. ‘’Jangan sampai ada yang main-main. Sehingga, konstruksi tidak maksimal. Apalagi rusak tidak lama setelah pembangunan,’’ tegasnya.

Dia enggan berkomentar banyak terkait dipilihnya Anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha sebagai model tugu di perempatan Penceng. Hal tersebut wajar mengingat penghargaan prestisius tingkat nasional.  Itu pun dianggap lebih baik dibanding reklame yang ada saat ini. Bahkan keberadaan reklame di kawasan perempatan Penceng disebutnya berlebihan. ‘’Sudah terlalu banyak rekleme juga di sana, perlu ditertibkan,’’ tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, rencama pembangunan Tugu APPN kembali dibahas. Bersamaan dengan pembangunan monumen yang mulai direncanakan tahun 2017 lalu, dilakukan perombakan besar-besaran di kawasan perempatan Penceng. Salah satunya memindahkan Pos Polantas 9.0 di sudut perempatan. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here