PMII: Cabut Status Tersangka Nahrowi

40
TUNTUT KPK: Puluhan aktivis PMII menggelar aksi damai di alun-alun Kota Madiun Jumat (20/9).

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengurus Cabang Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Madiun, Magetan, dan Ngawi menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tebang pilih. Terutama dalam penetapan Menpora Imam Nahrowi sebagai tersangka dugaan suap. ‘’KPK harus mencabut penetapan tersebut,’’ kata Ketua PC PMII Madiun Trio Setya Pambudi dalam aksinya di alun-alun Kota Madiun Jumat (20/9).

Menurut dia, penetapan tersebut cacat hukum dan prosedur. Sebab, pimpinan KPK telah mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, KPK tetap menjalankan tugasnya. Dia juga menuding tindakan tersebut ditunggangi oknum tidak bertanggung jawab.

Terkait penolakan revisi Undang-undang KPK yang terus bergulir di berbagai daerah di tanah air, PMII belum menentukan sikap. Di satu sisi PMII setuju lantaran ada beberapa poin yang tidak sesuai prinsip keadilan. Di sisi lain, menolak lantaran ada unsur peningkatan kewenangan KPK. ‘’Masih dalam pembahasan,’’ ujarnya.

Dalam aksi damai itu, puluhan aktivis mengenakan baju biru kebesaran PMII. Pun puluhan personel Polres Madiun Kota mengamankan aksi mahasiswa tersebut. Aksi diawali orasi kemudian turun ke jalan. Sembari bergandengan tangan mereka mengelilingi alun-alun untuk menyerukan tuntutan. ‘’Aksi ini merupakan instruksi PB PMII,’’ ungkapnya.

Ada beberapa poin tuntutan yang mereka suarakan. Di antaranya, meminta KPK mengevaluasi keterlibatan ”Taliban” alias pegawai radikal di internalnya. Menurut mereka, keberadaan ”Taliban” membuat KPK tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. ‘’Ke depan kami akan menggelar aksi kembali. Setelah melakukan evaluasi,’’ katanya. (kid/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here