PKL Terus Menjamur di CFD, Pemkot Pecah Titik Konsentrasi

118

MADIUN – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di lokasi car free day (CFD) bakal ditata ulang. Karena jumlah pedagang yang menggelar lapaknya di Jalan Pahlawan tiap Minggu makin menjamur. Mereka bukan hanya berasal dari Kota Madiun, tapi juga dari luar daerah. ’’Sehingga, sudah saatnya dilakukan penataan kembali,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto.

Hanya, kata dia, perubahan skenario operasional sentra PKL ke tempat lain atau memindah CFD ke jalan lain saat ini sudah tidak memungkinkan. Namun demikian, agar aktivitas pedagang CFD di Jalan Pahlawan tidak sampai mengganggu para jemaat Gereja Santo Cornelius melaksanakan kebaktian, pemkot bakal menyusun konsep baru. ’’Jadi, nanti kami lakukan pemetaan-pemetaan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Rusdiyanto menjelaskan, pemetaan itu berkaitan dengan penempatan pedagang. Misalnya, pedagang tidak menggelar lapak di depan gereja. Selain itu, pemetaan rekayasa lalu lintas.

Begitu juga dengan keberadaan PKL di Jalan Taman Praja. Pemkot berencana menertibkan pedagang di lokasi CFD tersebut. Seperti memindahkan mereka ke jalan tembus yang masuk wilayah Pagu Indah. ’’Dengan begitu, sangat dimungkinkan dilakukan rekayasa lalu lintas. Sehingga, pada saat CFD berlangsung, kendaraan tidak sampai masuk (ke lokasi CFD),’’ jelas mantan kepala BPKAD tersebut.

Diakuinya, kegiatan CFD saat ini belum sepenuhnya steril dari kendaraan bermotor. Banyak pedagang yang membawa masuk kendaraan mereka ke arena CFD. Baik itu mereka yang berjualan di Jalan Pahlawan maupun di Jalan Taman Praja. ‘’Yang jelas, kami akan bicarakan dengan para pedagang (terkait penataan ulang PKL di arena CFD, Red). Apakah perlu dilakukan pengelompokan (jenis dagangan),’’ tutur Rusdiyanto.

Dia mengungkapkan penataan kembali pedagang di lokasi CFD memang bukan pekerjaan mudah. Karena timbul transaksi ekonomi yang besar selama kegiatan itu berlangsung. ’’Kalau berapa jumlah pedagang di CFD yang ditanyakan, kami memang belum bisa mendata secara keseluruhan. Karena jumlah mereka selalu bertambah terus. Tapi, dalam waktu dekat kami coba akan lakukan pendataan,’’ katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Rina Haryati tak menampik keberadaan PKL di arena CFD memang membatasi ruang gerak para warga yang ingin memanfaatkan Jalan Pahlawan sebagai tempat berolahraga lari maupun bersepeda. Tapi, dia menyarankan agar pemkot mempunyai pemikiran lain seandainya dilakukan penataan ulang kepada para pedagang. ’’CFD bisa dibagi di berbagai tempat. Jadi, konsentrasinya tidak di tempat-tempat itu saja,’’ terangnya.

Namun, Rina menyarankan agar pemkot lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan PKL. Karena urusannya terkait persoalan perut. Meskipun belakangan aktivitas pedagang di arena CFD Jalan Pahlawan kerap dinilai mengganggu kegiatan gereja. ’’Kalau seandainya direlokasi, tentu pemkot harus menyediakan tempat yang representatif,’’ ujar politikus Partai Gerindra itu. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here