PKL Taman Kota Emoh Disamakan Alun-Alun

128

MEJAYAN – Sebagian pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kota Caruban Asti emoh diperlakukan sama dengan PKL di Alun-Alun Reksogati. Mereka ogah membongkar pasang tenda atau lapak. ‘’Kami tidak mau ribet. Karena tenda kami tidak mudah dibongkar pasang,’’ kata Supini, salah seorang PKL di Taman Kota Caruban Asti, kemarin (31/1).

Jika harus dibongkar pasang, mereka pun tak memiliki tempat penyimpanannya. Begitu pun gerobak mereka belum bisa dipindahkan sepenuhnya. Sehingga, ketika tidak berjualan, gerobak mereka dibiarkan teronggok di tenda. ‘’Tenda kami cukup berat kalau harus dibongkar pasang,’’ dalihnya.

Saat disinggung soal batas waktu berjualan, dia juga tak setuju. Dia menolak jika hanya boleh berjualan sore sampai malam hari. Dia ingin tetap berjualan seperti biasa siang sampai sore. Berjualan di Taman Kota Caruban Asti pada sore sampai malam belum tentu membuatnya mendapatkan pelanggan. ‘’Bisa-bisa rugi juga,’’ ujarnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Madiun Krisna Setiyawan menegaskan tetap akan merealisasikan wacana tersebut bersama instansi terkait. Yakni, memperlakukan aturan yang sama untuk PKL di Taman Kota Caruban Asti dan di Alun-Alun Reksogati.

Pasalnya, kedua lokasi tersebut memang sama-sama fasilitas pemerintah. Sehingga diberlakukan ketentuan yang sama. ‘’Cepat atau lambat regulasinya tetap akan direalisasikan,’’ tuturnya. (mg4/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here