PKL Rest Area Pasar Buurng Mau Ditata asalkan Layak

100

MEJAYAN – Rencana penataan rest area Pasar Burung Caruban oleh Pemkab Madiun disambut positif para pedagang. Bahkan, mereka mendesak pemkab untuk segera merealisasikan rencana tersebut. ‘’Kami terima saja kalau nanti memang disuruh pindah ke dalam dan lapak kami yang lama ditertibkan,’’ kata Sanyoto, salah seorang PKL yang ditemui Radar Mejayan kemarin (7/2).

Sanyoto merupakan salah seorang pedagang yang menggelar lapak di samping Jalan Yos Sudarso. Dia mengaku sudah bertahun-tahun berjualan di lokasi tersebut bersama enam pedagang lainnya. Tapi, karena adanya wacana penataan itu, sebagian pedagang sudah dipindah ke dalam rest area. ‘’Dulu ada tujuh pedagang yang berjualan di sini. Tapi, sekarang tinggal empat,’’ ujarnya.

Kondisi serupa dialami pedagang yang menempati sisi timur rest area. Mereka mengaku pasrah apabila hendak dipindah ke tempat lain. Pantauan wartawan koran ini, setidaknya ada sekitar lima penjual burung yang menempati lantai dua. Mereka semua tak keberatan terkait rencana penataan yang diusung pemkab. ‘’Kami siap pindah kapan saja. Asalkan tempat yang akan ditempati juga disiapkan dan layak,’’ kata Sunardi, pedagang lainnya.

Kabid Perdagangan Dinas Pedagangan Koperasi dan Usaha Mikro Agus Suyudi menyebutkan ada sekitar 50 pedagang di dalam rest area Pasar Burung Caruban. Beberapa lapak juga diupayakan diperbaiki berangsur. Lahan yang kosong juga dioptimalkan. ‘’Lahan kosong itu nanti kami jadikan lapak untuk para pedagang yang ada di luar area pasar burung,’’ ujarnya.

Ditanya soal konsep penataan rest area seperti apa bentuknya, Agus mengaku bakal diwujudkan sebagai tempat pusat kuliner. Terutama pada bangunan lantai dua pasar. Dengan begitu, memudahkan akses pengunjung. (mg4/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here