PKL Parkirkan Gerobak di Eks Hotel Semeru Ditoleransi sampai Akhir Bulan

157

MAGETAN – Tampilan alun–alun Magetan memang tampak rapi tanpa pedagang kaki lima (PKL). Mulai pukul 23.00–14.00 WIB, tak satu pun gerobak dagangan menghalangi pandangan menatap hijaunya alun–alun.

Akan tetapi, PKL tidak membawa pulang gerobaknya setelah jam operasional. Mereka memarkirkan gerobak itu di lahan kosong eks Hotel Semeru. Setidaknya ada 12 gerobak PKL yang digeletakkan di sana. Gerobak yang berdiri pada rumput yang sudah meninggi itu, membuat tampilan aset milik pemkab Magetan tampak semakin kumuh.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Rudy Subagyo mengakui tidak semua PKL membawa pulang gerobak dagangannya. Beberapa meninggalkannya di lahan kosong tersebut. Namun, itu hanya bersifat sementara. Tidak selamanya para PKL itu bakal diberikan izin menyimpan gerobaknya di lahan yang rencananya bakal dibangun gedung sekretariat daerah Magetan itu. ‘’Paling tidak sampai akhir bulan masih kami perbolehkan,’’ terangnya.

Dikatakan Rudy, saat ini rapat koordinasi penataan alun–alun masih berlanjut. Gerobak PKL itu bakal diberikan fasilitas lokasi penyimpanan. Namun, untuk lokasi penyimpanannya masih belum ditentukan. Lokasinya harus difokuskan agar tidak membuat sekitar pusat pemerintahan (puspem) Magetan tampak semrawut lagi. Apalagi, di lahan kosong itu juga digeletakkan kerangka rumah parkir yang sudah dicopot karena lahannya digunakan sebagai PKL center. ‘’Kemarin kan mendadak relokasinya (PKL, red). Sementara di sana dulu sampai ada keputusan dari aset (DPPKAD) dan Disperindag,’’ terangnya.

Kasi Operasional dan Pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadan Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Magetan Khamim Basyori mengaku tak tahu menahu jika banyak PKL yang menyembunyikan gerobaknya di sana. Dia hanya mengetahui jika di luar jam operasional, kawasan alun–alun itu bersih tanpa PKL. Gerobak para PKL seharusnya dibawa pulang sesuai kesepakatan. ‘’Saat relokasi kami memang tidak mau tahu, di luar jam operasional, (Alun–Alun, Red) harus bersih,’’ terangnya.

Kali ini, Khamim memberikan toleransi. Mengingat, mereka tidak meninggalkan gerobak makanan dan mainan itu di sekitaran alun–alun. Kemungkinan, rumah para PKL itu jauh. Sehingga, sulit untuk memboyong gerobak mereka setiap kali jam operasional selesai pukul 23.00 WIB. ‘’Lagian lahannya juga belum dibangun. Kami toleransi dulu,’’ terangnya.

Namun, Khamim bakal berkoordinasi dengan Disperkim Magetan terlebih dahulu. Apakah Rudy memang merekomendasi PKL untuk menempatkan gerobaknya di lahan kosong tersebut. Jika benar, dia akan diam. Namun, jika Rudy tidak menyarankan, maka perlahan Khamim akan mengingatkan PKL agar membawa pulang gerobaknya. ‘’Yang kami tahu, hampir seminggu ini alun – alun bersih tanpa PKL dan akan kami pantau terus,’’ pungkasnya. (bel/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here