Madiun

PKL di Jalan Bali Nekat Buka 24 Jam

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Madiun terus berlanjut. Jumat (4/10), giliran delapan PKL di Jalan Bali yang disasar petugas satpol PP. ‘’Kami tidak melarang PKL berjualan, tapi kami ingin mereka menaati aturan,’’ kata Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyo.

Dari delapan PKL itu, tujuh dibina lantaran tidak tertib menata tempat, waktu, dan kebersihan. Sedangkan satu PKL terpaksa disita barang dagangannya sementara waktu lantaran tutup dan ditinggalkan pemiliknya di pinggir jalan. ‘’Ada yang masih memakan trotoar. Kami bina agar para pejalan kaki bisa nyaman ketika lewat,’’ ujar Sunardi.

Ada juga yang buka lapak 24 jam. Tidak pernah tutup sama sekali. Padahal, batasan waktu buka, paling tidak 12 jam. ‘’Lapak PKL juga harus bisa dibongkar pasang, tidak boleh permanen,’’ tambah Kasi Operasi Satpol PP Kota Madiun Suwarno.

Seharusnya, lanjut Suwarno, ketika tutup lapak dibawa pulang. Tidak ditinggal di tempat. Sehingga tidak mengubah bentuk fasilitas umum yang ada. ‘’Ada yang tutup tapi barangnya ditinggal. Jadi terpaksa kami bawa ke kantor. Tidak ada sasaran untuk dibina. Lapaknya juga kumuh, terutama tendanya,’’ ungkap Suwarno.

Si pemilik bisa mengambilnya di kantor satpol PP. Pihaknya berharap pemilik lapak di depan Paviliun Merpati RSUD dr Soedono itu bisa bertemu petugas dan dibina. Ke depan jika mengulangi akan dipanggil secara dinas. ‘’Dibina di kantor kalau kemudian hari masih melakukan pelanggaran yang sama,’’ tegasnya.

Awalnya, mereka hanya buka lapak pagi hingga pukul 13.00. Tapi, lambat laun jam bukanya bertambah. Bahkan tidak pulang alias buka pagi sampai malam. Tenda-tenda yang kumuh juga dibina. Layar yang tidak teratur mengurangi keindahan. ‘’Harus menjaga kebersihan, ketika tutup juga harus bersih, tidak boleh meninggalkan barang,’’ tekannya.

Menurut Suwarno, pihaknya sering mengingatkan para PKL. Secara persuasif, perseorangan, bahkan ketika patroli. ‘’Ini merupakan tindakan awal, sedikit penekanan pada mereka agar tidak mengulangi hal yang sama,’’ ujarnya seraya menyebut penertiban juga melibatkan personel TNI-Polri. (mgd/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close