MadiunPolitik

PKB Tetap Warnai Dinamika Gedung Klitik

MADIUN – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hanya mampu mengoleksi sembilan dari total 45 kursi yang disediakan di parlemen. Padahal, di Pileg 2014, petahana sanggup mengantarkan 13 calon legislatif (caleg)-nya ke Gedung Klitik –sebutan gedung DPRD Kabupaten Madiun. Penurunan empat kursi itu menyamai perolehan PDI Perjuangan (PDIP) yang sebelumnya mengklaim sembilan kursi. ‘’Perkiraan kami sembilan kursi,’’ kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Madiun Nuryanto kemarin (22/4).

Sembilan kursi itu masing-masing dua di daerah pilihan (dapil) 4, 5, dan 6. Serta masing-masing satu di dapil 1, 2, dan 3. Namun, partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang mengelilinginya, ini belum bisa menyebutkan total perolehan suara. Sebab, rekapitulasi perolehan lidi dari lembar C-1 atau surat hasil penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) langsung di-input ke sistem informasi di DPW PKB Jawa Timur. DPC tidak bisa mengetahui angkanya. ‘’Kalau perkiraan sembilan kursi itu berdasar penggalian informasi dari timnya caleg di setiap dapil,’’ ujarnya.

Nuryanto enggan mengomentari perolehan kursi partainya yang imbang dengan PDIP. Partai berlambang kepala banteng moncong putih itu disebut juga berhak mengklaim jumlah kursi karena punya dasar penghitungan sendiri. Akan tetapi, dia memilih menunggu hasil rekapitulasi suara dari komisi pemilihan umum (KPU). ‘’Partai-partai boleh mengklaim, tapi kami akan menunggu hasil resmi KPU,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Disinggung perolehan kursi PKB yang turun dari periode sebelumnya, Nuryanto tidak sepakat. Alasannya, tolok ukur perjuangan partainya kali ini bukan capaian Pileg 2014, melainkan asumsi publik dari para pengamat dan pakar politik. Mereka berpendapat bila keberlangsungan partainya sudah habis dalam pemilu kali ini hingga diprediksi tidak memperoleh sama sekali kursi. Analisa PKB memperoleh nol kursi banyak masuk lewat pesan singkat ke para kader dan struktur organisasi. ‘’Jadi, tidak turun. Sebab, kami memulai bukan dari perolehan kursi 13, melainkan dari nol,’’ tegasnya.

Menurut dia, analisa pengamat itu muncul berdasar sejumlah hal dengan melihat dinamika politik partainya di Kabupaten Madiun. Salah satunya, Muhtarom yang notabene ketua DPC PKB Kabupaten Madiun purnatugas sebagai bupati setelah dua periode menjabat. Juga, kaitannya dengan kekalahan dalam Pilkada 2018. Sehingga, perolehan sembilan kursi tidak terlalu disesalkan. ‘’Malah sebaliknya, perlu disyukuri karena bisa membuktikan bahwa prediksi pengamat itu salah besar,’’ tegas Nuryanto.

Alasan lain PKB tidak kecewa, lanjut dia, karena hanya 13 riil petarung dari puluhan caleg yang didaftarkan ke KPU. Perolehan sembilan orang pun sudah memuaskan. Sedangkan di pemilu sebelumnya bisa mengoleksi 13 kursi karena jumlah petarung riilnya ada 30 orang. ‘’Menurut kami, agar bisa memperoleh satu kursi harus diperjuangkan tiga petarung. Sulit kalau satu petarung sendirian merebutkan satu kursi,’’ bebernya.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Ferry Sudarsono tidak ambil pusing dengan klaim PKB. Meski sama-sama memperoleh sembilan kursi, dia meyakini partainya masih menjadi pemenang karena mendulang suara terbanyak dari 2.565 TPS. Hasil rekapitulasi suara dari internal timnya. Kendati demikian, dia menolak memberitahukan angkanya. ‘’Menunggu pengumuman resmi KPU saja,’’ ujarnya. (cor/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close