Pj Bupati Janji Akhiri Krisis Tawangrejo

136

GEMARANG – Boedi Prijo Suprajitno bergerak memimpin suplai air bersih di Dusun Babadan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Rabu (8/8).  Penjabat bupati (Pj) bupati Madiun itu kaget mendapati kondisi tandon air darurat di wilayah krisis air tersebut. Lantaran bentuknya menyerupai kolam lele karena penahan airnya hanya berlapis terpal. ‘’Saya kira (tandon) sudah permanen,’’ katanya.

Boedi baru merasa lega setelah mendengar penjelasan dari kades setempat. Bahwa, tandon penahan air di desanya cukup kuat menahan air bantuan dari pemkab kemarin. Bangunan persegi panjang seluas 28 meter itu menampung 8 ribu liter air bersih untuk 128 kepala keluarga (KK) di dusun setempat. ‘’Kalau hanya untuk dikonsumsi, stoknya cukup sampai empat hari ke depan,’’ tuturnya.

Jika stoknya habis sebelum waktu yang diperkirakan, Boedi berjanji segera melakukan suplai ulang. Kabakorwil Bojonegoro itu sudah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mencari solusi jangka panjang. Lembaga itu disebut berencana membuat program air minum dan sumur di kawasan setempat. ‘’Semoga terealisasi agar kebutuhan air tahun berikutnya aman,’’ ujarnya.

Ada empat RT di Dusun Babadan yang selama ini sulit mendapatkan air bersih. Meski begitu, suplai air bersih baru didapatkan kali pertamanya ini. Sebelumnya, warga memanfaatkan pipa air dari sumber yang jaraknya lima kilometeran di wilayah Kare. ‘’Tapi sepekan terakhir air tidak mengalir karena air di sumber itu sudah kering,’’ ungkap Maridin, pengelola distribusi air desa setempat.

Warga pun beralih menggunakan air isi ulang untuk mencukupi kebutuhan pokok. Rata-rata satu galon habis dipakai dua hari. Lebih cepat habis bila jumlah anggota keluarganya banyak. Sedangkan keperluan mandi dan mencuci, warga terdampak beralih menggunakan air sungai yang tidak jauh dari desa. Mereka terpaksa memanfaatkan aliran air dari Gunung Wilis kendati keruh. ‘’Sejak tiga hari lalu Pak Kades menginstruksikan untuk memutus penyaluran dari sungai,’’ katanya.

Juga, meminta warga bahu-membahu membangun tandon darurat yang kini telah disuplai air bersih itu. Maridin berharap ada solusi jangka panjang untuk mengurai masalah kekurangan air di wilayahnya. Sebab, warga menilai support dari pemkab sangat terbatas. Ketika stoknya sudah habis, perlu menunggu untuk disuplai kembali. ‘’Warga tidak ingin terus-menerus bergantung bantuan demi mencukupi kebutuhan air bersih,’’ ujarnya. (cor/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here