Pilih Jadi TKI, Sejumlah Siswa Absen UNBK

30

NGAWI – Sedikitnya tiga pelajar SMA di Ngawi dipastikan tidak lulus ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2019. Dua pelajar lainnya dijadwalkan ujian susulan. ‘’Tiga siswa mengundurkan diri, sementara yang dua sakit,’’ kata staf kepanitiaan UNBK SMA 2019 Cabdindik Jatim Wilayah Ngawi Sri Maryati kemarin (8/4).

Sebanyak 10 SMA negeri dan 10 SMA swasta menyelenggaran UNBK tahun ini. Total pesertanya sebanyak 2.795 siswa. ‘’Yang mundur itu karena kerja jadi TKI (tenaga kerja Indonesia, Red). Satu pelajar lainnya mengundurkan diri karena baru selesai operasi dan harus menjalani kemoterapi,’’ ungkapnya.

Sri menyebut, tiga pelajar yang mengundurkan diri itu berasal dari tiga sekolah berbeda. Dua pelajar yang memilih bekerja ketimbang menyelesaikan pendidikan berasal dari SMAN 1 Widodaren dan SMA Karya Pembangunan Paron. Sementara siswa yang mengundurkan diri lantaran mesti menjalani kemoterapi murid SMAN 1 Jogorogo.

Terpisah, koordinator help desk Ngawi Hari Maiadi membenarkan adanya dua pelajar yang tercantum sebagai peserta UNBK susulan. Seorang pelajar dari SMAN 1 Karangjati absen saat ujian hari kedua. Seorang lagi dari SMAN 1 Jogorogo tidak mengikuti ujian pada hari pertama dan kedua. ‘’Ujian susulan dijadwalkan 15-16 April di sekolah masing-masing,’’ terang Hari.

Hari jugag tidak menampik bahwa UNBK kali ini diwarnai sejumlah kendala teknis. Mulai insiden listrik padam di SMAN 1 Ngawi, soal ujian macet, hingga log out mendadak. ‘’Soal macet dan log out itu kendala dari komputer di sekolah, bukan gangguan server. Tapi, semua bisa teratasi,’’ ujarnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here