Pileg 2019: Belum Ada Juklak-Juknis Metode Sainte Lague

150

MADIUN – Masih seputar Pileg 2019. Metode penentuan jumlah kursi berubah jadi sainte lague dari sebelumnya berdasar bilangan pembagi pemilih (BPP). Namun, tiga bulan menjelang pelaksanaan April mendatang, peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) terkait kebijakan konservasi suara jadi kursi di DPRD itu belum turun. ‘’Acuannya masih UU 7/2017 tentang Pemilu,’’ kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun Anwar Soleh Azarkoni kemarin (22/1).

Menurut Anwar, PKPU itu memuat petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) penghitungan kursi. Juga mekanisme pemungutan, penghitungan, hingga penetapan suara. Hanya, hingga kini belum ada informasi dari KPU RI ihwal turunnya regulasi itu. Waktunya diprediksi tidak akan lama lagi. Mengingat semakin dekatnya hari H coblosan. ‘’PKPU juga termasuk teknis pilpres (pemilu presiden),’’ ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa UU sekadar menginformasikan metode dan tiga tahapan yang digunakan. Yakni, diawali menghitung jumlah suara sah partai politik (parpol) dan suara calon dari setiap parpol. Kemudian masing-masing dibagi bilangan ganjil, yaitu 1, 3, 5, 7, dan seterusnya. Hasil pembagian tersebut diurutkan mulai suara terbanyak. Lalu dikonversi ke kursi sampai habis jatah kursi di daerah pemilihan (dapil). ‘’Sedangkan caleg yang mendapat kursi adalah pemilik suara terbanyak di parpol berdasar surat suara per dapil,’’ jelasnya.

Sedangkan metode pada pileg sebelumnya, perolehan suara seluruh parpol dijumlahkan. Kemudian dibagi dengan alokasi kursi dapil untuk menentukan BPP. Angkanya lantas dibagi dengan perolehan suara masing-masing parpol. Hasilnya alokasi kursi yang diperoleh parpol di dapil tersebut. Anwar menilai tidak banyak perubahan atas peralihan metode yang diperkenalkan matematikawan asal Prancis itu. ‘’Setiap caleg dan parpol memiliki peluang sama,’’ sebutnya.

Jumlah caleg DPRD Kabupaten Madiun yang ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) September tahun lalu 460 orang. Mereka memperebutkan 45 kursi dewan di enam dapil. Terbagi alokasi tujuh dan delapan kursi. Yakni, dapil 1 Kecamatan Mejayan dan Saradan dengan 7 kursi; dapil 2 (Gemarang, Kare, dan Wungu) 8 kursi; serta dapil 3 (Dagangan dan Geger) dengan 7 kursi. Juga dapil 4 Dolopo dan Kebonsari dengan 7 kursi; dapil 5 (Jiwan, Madiun, dan Sawahan) 8 kursi; serta Balerejo, Pilangkenceng, dan Wonoasri 8 kursi.

Anwar tidak tahu alasan perubahan metode. Namun, menurut dia, merupakan win-win solution. Sebab, merupakan kesepakatan antara DPR yang merupakan perwakilan partai dengan KPU RI. ‘’Daerah tinggal menjalankan,’’ ujarnya.

Sementara Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Madiun Heru Kuncahyono mengklaim 16 parpol peserta Pemilu 2019 telah sepakat menggunakan sainte lague. Pun pihaknya telah menyosialisasikan perubahan bersamaan penataan dapil tahun lalu. ‘’Kalau masalah metode sudah tidak ada masalah,’’ tekannya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here