Laka LantasMadiun

Pikap Seruduk Mio, Pasutri Terseret Delapan Meter

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Polisi belum bisa memastikan kelaikan jalan pikap nopol AE 8781 FF yang dikemudikan Dwi Heru Setyawan, 29. Kendaraan bermuatan tanah uruk itu menyeruduk motor Yamaha Mio nopol AG 3582 DE di perempatan Dumpil, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Selasa siang (1/9).

Insiden itu membuat Alip, 53, pemotor, itu tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara, Ni’ma, 50, istrinya yang dibonceng, menderita luka parah. Kedua korban berasal dari Kelurahan Sidotopo, Semampir, Surabaya. Sementara, sopir pikap tinggal di Desa Cabean, Sawahan. ‘’Masih penyelidikan,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Johan Ariadi.

Informasi dihimpun di TKP, laka lantas bermula saat Mio yang melaju dari arah barat berhenti di perempatan karena traffic light berwarna merah. Posisi kendaraan pasangan suami istri (pasutri) yang membawa banyak barang bawaan itu berada di garis depan. Belum sampai berganti warna hijau, pikap melaju kencang dari arah belakang.

Tumburan pun tidak terhindarkan. Alip dan Ni’ma masuk kolong pikap dan terseret sejauh 8,9 meter. Barang bawaan berupa tahu, daging kambing, dan lainnya berserakan di aspal. Ni’ma yang tersadar berteriak minta tolong.

Johan mengatakan, hasil olah TKP sementara dan menggali keterangan saksi, penyebab kecelakaan diduga human error. Sopir pikap mengabaikan rambu lalu lintas. ‘’Korban meninggal dibawa ke RSUD Caruban. Sementara, istrinya mengalami patah kaki dibawa ke RSUD Kota Madiun,’’ terangnya.

Proses evakuasi pasutri berlangsung dramatis. Begitu pikap berhenti, warga sekitar berusaha mengeluarkan kedua korban dari kolong. Posisi tubuh Alip miring dan istrinya di dekat roda dengan kaki menyilang. ‘’Kesulitan menolong karena pikap terlalu berat,’’ kata Umar Nur Darwanto, karyawan minimarket di sekitar TKP.

Umar menyebut, evakuasi dilakukan dengan mengeluarkan sebagian muatan tanah uruk. Ni’ma terlebih dulu ditepikan. Sedangkan suaminya harus menunggu mobil derek datang sekitar 20 menit kemudian. ‘’Mungkin kehabisan napas karena tergencet. Soalnya, kondisi fisiknya utuh,’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close