Piala Indonesia: Regulasi Anyar PSSI Boleh Tambah Pemain

147

NGAWI – Kans untuk tambah pemain terbuka lebar. PSSI sudah merilis kebijakan terbaru. Yakni, masing-masing tim yang lolos 32 besar diperbolehkan mendaftarkan pemain baru. Jumlah pemain dalam satu tim juga diperbolehkan sampai 30 orang.

Perlu diketahui, nyaris penggawa Persinga musim 2018 merupakan pemain muda. Ini juga lantaran regulasi PSSI untuk setiap klub yang berlaga di Liga 3 Nasional. Praktis, Persinga hanya memiliki pemain senior. Lainnya, pemain berusia 23 tahun. Namun, kubu Persinga masih adem ayem menyikapi regulasi baru itu. ’’Sampai saat ini belum ada perintah,’’ kata coach Persinga Fahmi Amirrudin.

Menurut Fahmi, regulasi itu patut dipertimbangkan manajemen. Pertama, mengenai target yang ingin dicapai pada turnamen Piala Indonesia itu. Jika memang manajemen tidak menargetkan apa pun, dia menilai penambahan pemain tidak perlu dilakukan. Meskipun sudah tahu regulasi dari PSSI membolehkan masing-masing tim menambah pemain hingga tujuh orang. Termasuk pemain asing. ’’Seandainya ada tambahan pemain asing saya kira bagus, tapi target apa dulu di Piala Indonesia ini,’’ ujarnya.

Selain itu, penambahan pemain harus memperhitungkan kondisi finansial klub. Sebab, sudah pasti pihak klub harus menyiapkan dana besar. Apalagi jika yang didatangkan pemain asing. Itu pun belum ada jaminan Persinga pasti lolos ke babak selanjutnya. ’’Merekrut pemain asing itu juga tidak mudah. Belum lagi soal sesuai atau tidak nanti dengan cara bermain anak-anak Ngawi,’’ tuturnya.

Justru, menurut Fahmi, sekarang yang lebih penting adalah memaksimalkan semua pemain yang ada. Fahmi menganggap pertandingan melawan Persebaya Surabaya merupakan kesempatan anak asuhnya untuk menimba pengalaman. Fahmi juga masih percaya pada kemampuan Slamet ”Larso” Hariyadi dkk. Terlepas hasil yang bagus ketika melawan Persegres Gresik United, Fahmi merasa permainan anak asuhnya semakin baik. ’’Ibarat sepatu, hampir rusak semakin enak dipakai. Tim ini sudah mau bubar kok justru semakin bagus mainnya,’’ paparnya.

Karena itu, Fahmi tetap optimistis dengan kemampuan anak asuhnya. Justru yang perlu dipikirkan saat ini adalah soal stadion. Sebab, jika dipaksakan menggunakan Stadion Ketonggo, dia khawatir pihak keamanan tidak akan memberikan izin untuk suporter. Artinya, menurut Fahmi, jika pertandingan melawan Persebaya nanti digelar tanpa penonton, itu jadi kerugian besar bagi timnya. Baik dari sisi permainan maupun pemasukan tim Persinga.

Sementara itu, Manajer Persinga Didik Purwanto memastikan tidak akan menambah pemainnya ketika melawan Persebaya nanti. Sama dengan Fahmi, Didik optimistis dengan materi pemain yang sudah ada sekarang. Dia berharap para pemainnya bisa tampil maksimal di pertandingan yang digelar akhir Januari nanti. Sedangkan mengenai stadion, Didik berharap pertandingan babak 32 besar nanti tetap bisa dilaksanakan di Stadion Ketonggo. Tapi, jika tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan, kemungkinan besar akan mencari stadion alternatif supaya tetap bisa digelar dengan penonton. Salah satu kemungkinan yang dipilih Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro. ’’Nanti kalau sudah ada kepastian, pasti akan kami sampaikan,’’ ungkapnya. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here