Piala Adipura, Kepala DLH Ponorogo: Paling Parah Pengelolaan TPA

150

PONOROGO – Tak ada lagi Adipura tahun ini. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ponorogo selalu luput masuk daftar pemenang Adipura yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK). Pemerintah setempat berkelit. Berubahnya passing grade penilaian dituding jadi biang. ‘’Sekarang, passing grade utama Adipura adalah tempat pembuangan akhir (TPA). Dari semua indikator, paling parah pengelolaan TPA,’’ kata Kepala DLH Sapto Djatmiko kemarin (16/1).

Sapto menyebut, terakhir Ponorogo meraih Adipura pada 2013. Saat itu penilaian Kementerian LHK tidak menitikberatkan pada pengelolaan TPA. Baru sekitar empat atau lima tahun terakhir, poin TPA menjadi yang paling dominan dibanding poin lainnya. Sementara tak banyak yang sudah dilakukan pemkab terhadap TPA yang kini menempati lahan seluas 1,8 hektare di Mrican, Jenangan. ‘’Kami perlu lahan yang lebih luas untuk bisa berinovasi terhadap TPA,’’ ujarnya.

Untuk indikator lain seperti ruang terbuka hijau (RTH), kebersihan kota, atau median, diklaim sudah di atas passing grade. Sedangkan TPA Mrican masih menggunakan sistem open damping. Sejumlah daerah yang meraih Adipura saat ini, lanjut Sapto, telah menerapkan sistem yang lebih modern dan ramah lingkungan seperti controlled landfill atau bahkan sanitary landfill. TPA Mrican urung menerapkan sistem-sistem tersebut lantaran lahan yang terbatas. ‘’Controlled landfill saja belum, apalagi sanitary landfill. Untuk bisa menerapkan sistem seperti itu harus luas, minimal empat hektare,’’ terang mantan kepala dispar itu.

Pun, lanjut Sapto, Kementerian LHK tidak hanya mensyaratkan sistem pengelolaan yang lebih maju di TPA. Mereka juga menginginkan ada inovasi-inovasi dalam mengelola limbah. Agar lebih ramah lingkungan. Beberapa contoh disebutkan Sapto. Seperti pengolahan air lindi hingga pengolahan limbah menjadi kompos atau bahkan biogas. Sapto mengaku, berbagai inovasi itu sebagian sudah diupayakan. ‘’Pekerjaan rumah saat ini ya TPA. Lahan harus diperluas dan sistem pengelolaannya dikembangkan. Kalau terbenahi, pasti dapat (Adipura, Red),’’ pungkasnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here