PGRI Janji Perjuangkan GTT-PTT Nonkategori

119

PONOROGO – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berjanji tak menutup mata atas keresahan guru dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) nonkategori. Seiring tidak terakomodasinya ribuan dari mereka dalam rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bulan ini.

Ketua PGRI Ponorogo Prayitno memastikan akan terus memperjuangkan aspirasi mereka. Lamanya masa pengabdian menjadi pertimbangan yang tak boleh dikesampingkan. ‘’PGRI jelas tetap memperjuangkan. Banyak teman (GTT-PTT) yang sudah mengabdi sepuluh tahun lebih,’’ katanya kemarin (12/2).

Masalah pengakuan negara atas GTT-PTT sebenarnya sudah berlangsung sejak bertahun-tahun. Prayitno menceritakan, rencana meningkatkan kesejahteraan para K-2 terutama bidang pendidikan sudah bergulir sebelum 2010 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ‘’Sejak zaman SBY dulu K-2 dituntaskan. Tapi masih menyisakan sekitar separo (50 persen, Red). Nah, pengangkatan PPPK ini untuk mengentaskan yang masih tersisa ini,’’ ujarnya.

Sayangnya, banyak GTT-PTT tak bersertifikat. Jumlahnya pun signifikan. Pun, banyak yang sudah mengabdi bertahun-tahun. Seorang guru yang dikenal Prayitno bahkan ada yang sudah mengabdi lebih dari sepuluh tahun. Beberapa waktu lalu, PGRI menggelar rapat koordinasi nasional (rakornas). Salah satu yang dibahas terkait PPPK. ‘’Di rakornas dijelaskan bahwa rekrutmen PPPK kali ini diprioritaskan bagi yang K-2 dulu. Akan ada kesempatan di tahap kedua, khusus dengan persyaratan yang mengakomodasi GTT-PTT nonkategori,’’ terangnya.

Sayangnya, informasi itu masih sulit untuk dipercaya kepastiannya. Bahkan, diakui Prayitno, wacana itu sarat kepentingan politis. Mengingat dalam hitungan bulan, pemilu serentak bakal segera digelar. ‘’Kami juga tidak tahu, apakah ada komitmen dari pemerintah untuk itu (rekrutmen PPPK tahap kedua, Red). Ada momentum politik juga,’’ sebut Prayitno.

Di Ponorogo, upaya mengarah pada perbaikan kesejahteraan GTT-PTT nonkategori sudah dilakukan. Aksi yang digelar GTT-PTT beberapa bulan lalu disikapi pemkab dengan pemberian insentif tiga bulan sekali. ‘’Ponorogo sudah ada itu (insentif, Red) yang mulai diberikan tahun ini. Walaupun begitu, kami masih tetap akan memperjuangkannya,’’ janjinya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here