Ponorogo

Petugas Rutan Kelas II B Ponorogo Dites Narkoba

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo  – Mendadak 49 petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ponorogo harus dites urinenya Jumat (11/10). Tujuannya, mendeteksi dugaan penggunaan narkoba. Pemeriksaan itu dilakukan bergilir di dalam rutan. ‘’Hasilnya negatif semua,’’ kata Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Edi Kusnanto.

Puluhan sampel urine itu diuji menggunakan alat parameter khusus dengan lima indikator. Ada satu sampel yang terindikasi positif. Namun, senyawa itu dipastikan karena kandungan parasetamol dalam obat pereda demam. Saat dicek, pemilik urine tersebut memang sedang  demam. ‘’Positif, tapi terindikasi pas sakit panas,’’ ujarnya sembari menyebut meski terakhir pemakaian satu bulan lalu terdeteksi.

Menurut Kepala Rutan Klas II B Ponorogo Hendro Susilo Nugroho, tes urine ini sebagai bagian dari upaya pihaknya memberantas narkoba. Dalam setahun sudah tiga kali dilakukan pemeriksaan sejenis. Yakni, pada Januari, April, dan bulan ini. Hasilnya tidak ditemukan petugas terindikasi terpapar narkoba. ‘’Hasilnya sangat bagus, negatif semua,’’ sebutnya.

Jika ditemukan positif akan ada pembinaan khusus. Pun sanksi dari pimpinan tertinggi. Sedangkan untuk  tes urine warga binaan, pihaknya siap menjalankan instruksi atasan. Dari 325 warga binaan, 98 persen terjerat kasus narkoba. ‘’Minimal petugas dulu harus bersih,’’ katanya.

Nugroho memastikan tes urine dilakukan dadakan. Petugas rutan yang tengah beraktivitas diminta meninggalkan tugasnya sesaat. Jadi, mereka datang dengan segala kondisi.  Dia juga menegaskan tidak ada kebocoran informasi adanya tes urine di rutan ini. ‘’Semua wajib ikut tes urine,’’ tegasnya. (dil/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close