Petugas Pergoki Pesta Miras di Rumah Kos

64

PONOROGO – Amis bisnis lindir menyengat dari rumah kos yang dirazia Satpol PP Ponorogo, kemarin (11/4). Di siang bolong itu, korps penegak perda dibuat geleng-geleng kepala. Saat mendapati seorang perempuan bersama tiga laki-laki di dalam kamar. Mereka kepergok bermesraan dan pesta minuman keras (miras). Pemandangan itu didapati di setiap kos yang didatangi. Baik di Kelurahan Tonatan, Jalan Barong dan Jalan Imam Bonjol. ‘’Semuanya langsung kami amankan ke markas,’’ tegas Kasatpol PP Ponorogo Supriyadi.

Dari ketiga kos yang diaduk-aduk itu, tak satupun dari 15 penghuni yang terjaring dapat menunjukkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Delapan perempuan dan tujuh laki-laki. Perempuan yang terjaring merupakan lady companion (LC) dari luar kota. Mulai Madiun, Bandung, hingga Riau. ‘’Mungkin sedang melayani tamu atau langganan,’’ terkanya.

Tiga botol arak jowo (arjo) dan senjata tajam (sajam) jenis pisau lipat turut diamankan. Sembari memberikan pembinaan, Satpol PP juga menghadirkan petugas dari dinas kesehatan (dinkes) untuk tes human immunodeficiency virus (HIV). ‘’Semuanya negatif,’’ tukasnya.

Kendati demikian, semua yang terjaring tidak serta-merta dibebaskan. Mereka diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. ‘’Selain itu seluruhnya kami peringatkan, jika mengulangi mereka bakal berurusan dengan hukum,’’ sambungnya.

Satpol PP geregetan. Sebab, tiga kos yang didatangi berstatus bodong alias tidak mengantongi ijin. Ketiganya pun telah dua kali ditemukan adanya perilaku mesum yang meresahkan warga. Karena itu, pihaknya juga memeringatkan pemilik kos. ‘’Jika terbukti ada transaksi seksual, kos-kosan terancam ditutup. Tahun lalu sudah mendapat peringatan di kamar kos yang sama ini,’’ ungkapnya.

Tak ingin kecolongan, Satpol PP mengharap peran serta masyarakat di lingkungan sekitar. Agar, tak segan melaporkan jika mendapati indikasi perbuatan yang mengarah pada penyakit masyarakat (pekat). (mg7/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here