Peternakan Ayam Ngrayung ”Direstui” Pemdes

126

MADIUN – Abdul Siran di atas angin. Pemilik peternakan ayam potong di Dusun Ngrayung RT 30 RW 03, Mojopurno, Wungu, Kabupaten Madiun, itu pun bisa berkacak pinggang. Sebab, meski diprotes tetangganya hingga dilaporkan ke satpol PP, ternyata dia “direstui” pemerintah desa (pemdes) setempat. ‘’Kami tidak mempermasalahkan,’’ kata Kepala Desa (Kades) Mojopurno Agus Susanto kemarin (24/2).

Agus mengatakan telah memeriksa aktivitas peternakan tersebut. Dia membenarkan peternakan Abdul Siran bukan peternakan besar. Melainkan hanya penampungan sementara. Pun ukuran kandangnya relatif kecil. ‘’Ayam yang ada di situ hanya sortiran,’’ ujarnya.

Pun tidak setiap hari bersisi ayam. Tergantung ada atau tidaknya ayam sortiran yang datang dari beberapa peternak mitranya di luar daerah. Jumlahnya pun tak sampai 2.000 ekor. ‘’Kalau tidak ada ayam sortiran ya kandangnya kosong,’’ ungkapnya.

Agus tak menampik pihaknya juga mendapatkan laporan dari warga yang terganggu polusi udara dan suara dampak dari aktivitas peternakan yang belum genap setahun itu. Namun, dia tak bisa memenuhi tuntutan warga untuk menutup peternakan itu. ‘’Penutupan itu bukan kewenangan pemerintah desa. Itu ranahnya satpol PP,’’ dalihnya.

Pihaknya sempat mengundang warga yang protes dan pemilik peternakan. Namun, dia menyebut percuma. Sebab, tidak ditemukan solusi. Warga bersikeras kandang ditutup. Sementara pemilik tidak menggubris dan berdalih gangguan yang  ditimbulkan masih wajar. ‘’Pemdes tidak menemukan solusi masalah ini,’’ akunya.

Untuk itu, pihaknya mempersilakan warga lapor ke pihak terkait. Selama itu nanti bisa memberi solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Pihaknya tidak bisa menghalang-halangi warganya membuka usaha. Sepanjang itu tidah menimbulkan gangguan berarti. ‘’Sudah disurvei dinas terkait. Katanya sudah mau berbenah untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan,’’ pungkasnya. (mg4/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here