PacitanPeristiwa

Petani Tewas Kesetrum Kawat Jebakan Celeng

PACITAN – Akhir hidup Misranto benar-benar tragis. Laki-laki 43 tahun warga dusun Pule, Gondang, Nawangan, itu ditemukan terbujur kaku Sabtu (4/5) lalu. Diduga di kesetrum kawat tembaga beraliran listrik yang dipasang untuk memagari benih padi lahan persemaiannya. ‘’Mungkin kesetrum jebakan babi hutan,’’ kata Widartao, kepala dusun (kasun) setempat.

Widarto mengungkapkan sepulang dari pasar, Misranto menengok istri dan rekannya yang sedang menanam padi di sawah. Dia mendapati benih untuk ditanam habis. Sekitar pukul 11.30 bapak satu anak itu menuju  ke lahan persemaian di dekat rumah untuk mengambil bibit. Tak kunjung kembali, rekannya Juni mencari korban dua jam berselang. Ternyata korban sudah tergeletak tak bernyawa. ‘’Sekitar pukul 13.00 ditemukan sudah kaku,’’ jelasnya.

Di lokasi tersebut babi hutan atau celeng kerap menyerang tanaman. Pun padi yang disemai Misranto porak poranda diacak-acak binatang bersiung tersebut. Padahal, telah dipagari jaring serta bambu. Lantaran jengkel, Misranto diduga sengaja memasang kawat beraliran listrik di sekitar ladang untuk mencegah serangan celeng. ‘’Kalau tidak dijaga dipastikan tanaman mati dirusak,’’ ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia, jebakan listrik untuk menghalau babi hutan jarang digunakan warga setempat. Selain berbahaya, tak sedikit lokasi ladang jauh dari rumah. ‘’Jelas bahanya. Kami berharap warga lain tak memasang perangkap seperti ini (aliran listrik, Red),’’ pintanya.

Hasil visum petugas kesehatan dan kepolisian tak didapati tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Bagian leher dan kaki terdapat luka bakar cukup serius. Lantaran keluarga menganggap musibah, jenazah Misranto langsung dimakamkan sore harinya. ‘’Di tempat pemakaman umum Desa Gondang,’’ pungkas Widarto. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close