Magetan

Petani Pamelo Beralih Tanam Lemon

MAGETAN – Komoditi jeruk lemon laris manis saat musim kemarau. Kondisi itu membuat sebagian petani tergiur. Mereka yang umumnya menanam jeruk pamelo pada waktu tertentu, sekarang beralih menanam jeruk lemon.

Salah satunya Bambang Sumali. Petani asal Plaosan itu mengaku menanam jeruk lemon lebih gampang daripada jeruk pamelo. Dari segi perawatan terbilang mudah. Hasilnya juga menjanjikan. ‘’Karena panen jeruk pamelo mengalami penurunan kualitas dan hasil pendapatan, sementara kami beralih menanam jeruk lemon saat musim kemarau,’’ ujarnya Minggu (21/7).

Problem beralihnya sebagian petani itu disebabkan paceklik. Saat ini mereka kesulitan mendapatkan pasokan air. Saluran irigasi yang ada sekarang mengering tanpa ada air mengalir. ‘’Kalau jeruk lemon kebutuhan airnya sedikit,’’ ungkap Bambang.

Di sisi lain, masa panen jeruk lemon tergolong pendek. Harga jualnya di tingkat pasar juga relatif tinggi. ‘’Kami panen bisa seminggu sekali, dan yang pasti perawatannya lebih gampang,’’ katanya.

Hal serupa diamini Suhadi, petani jeruk lemon lainnya di Plaosan. Dia mengaku mempunyai lahan seluas 0,5 hektare yang ditanami sekitar 500 pohon jeruk lemon. Sekali panen, dia bisa mendapat keuntungan jutaan rupiah. Pemasaran jeruk lemon juga tak sesulit jeruk pamelo. ‘’Dalam seminggu keuntungan bisa mencapai Rp 5 juta,’’ ungkapnya.

Meski begitu, dia masih berharap pemkab bersedia memberikan pembinaan bagi para petani jeruk pamelo. Sekalipun sekarang beralih menanam jeruk lemon, tetapi Suhadi mengaku usahanya ini hanya sementara. ‘’Kami berharap bisa mendapat dukungan dari pemkab. Supaya ke depannya jeruk pamelo Magetan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain,’’ ucapnya. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close