Petani Melon Raup Omzet Puluhan Juta

243
MELIMPAH: Ahmad menunjukkan salah satu buah melon hasil budi dayanya yang siap dipanen.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Saat para petani padi dipusingkan sulitnya mendapatkan irigasi dan serangan hama tikus, petani melon justru semringah. Apalagi, harga hasil panen di pasaran kali ini terbilang bagus. ‘’Cuaca panas malah membuat tanaman tumbuh subur,’’ kata Ahmad Gumali, salah seorang petani melon, Rabu (21/8).

Ahmad menyebut, buah melon di lahan miliknya telah siap dipanen setelah ditanam dua bulan silam. Dari satu petak berisi 6 ribu batang mampu menghasilkan omzet mencapai Rp 43 juta. ‘’Bahkan ada yang laku sampai Rp 77 juta untuk 7.000 batang melon,’’ ungkap warga Dusun/Desa Bendo, Padas, itu.

Menurut dia, sejak memasuki musim kemarau banyak petani di desanya yang beralih menanam melon. Sedikitnya 45 warga kini membudidayakan jenis buah tersebut. Itu belum termasuk petani yang menyewa lahan di beberapa desa tetangga. ‘’Tapi, sebenarnya menurun, tahun lalu lebih banyak,’’ paparnya.

Merawat melon, kata Ahmad, butuh ketelatenan tersendiri. Sejak biji tumbuh, tanaman dipupuk beberapa kali. Selanjutnya, dijaga dari hama seperti ulat dan tikus. Biasanya, para petani rutin menyemprot pestisida sekali dalam 5-7 hari. ‘’Tikus yang paling bandel. Mereka makan buah yang sudah besar,’’ ujarnya.

Ahmad menambahkan, hasil panen bakal dijual ke pengepul secara borongan. Selanjutnya, dikirim ke Jakarta untuk mencukupi permintaan di daerah setempat. ‘’Saat ini harganya sekitar Rp 6 ribu sekilo,’’ tuturnya.

Meski menguntungkan, tak semua petani berhasil panen. Beberapa di antaranya terpaksa menjualnya saat masih muda lantaran terserang hama. ‘’Kalau sudah rusak, balik modal saja bagus,’’ katanya. (gen/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here