Petani Korban Banjir Tunggu Bantuan Provinsi

34

PONOROGO – Para petani Bumi Reyog yang terdampak banjir awal bulan lalu masih harap-harap cemas. Pasalnya, bantuan benih padi yang dijanjikan pemerintah belum juga mereka terima pasca lahan pertanian mereka mengalami gagal panen total atau fuso, akibat banjir.

Kendati sudah hampir sebulan, disperta setempat meyakini bantuan dari pemerintah provinsi itu akan segera disalurkan dalam waktu dekat. ’’Penyaluran itu menjadi kewenangan provinsi. Tapi yang jelas, sudah melalui proses verifikasi,’’ beber Kepala Disperta Harmanto.

Banjir awal bulan lalu, kata Harmanto, menggenangi lebih dari seribu hektare lahan pertanian sekabupaten. Sebanyak 305 hektare di antaranya dinyatakan fuso, tersebar di Kecamatan Ponorogo, Bungkal, Jetis, hingga Kauman. Pemkab lantas mengusulkan bantuan benih bagi para petani yang lahannya gagal panen. Jumlah totalnya mencapai 6,7 ton. Per hektare, sebanyak 25 kilogram. Pengajuan kepada provinsi sudah rampung dilakukan disperta pada bulan lalu. ’’Belum ada konfirmasi kapan disalurkan,’’ kata dia.

Perkembangan terakhir, lanjut Harmanto, Disperta KP Jatim sudah memverifikasi para petani berikut lahan mereka. Berbagai persyaratan sudah dicek sampai di tingkat calon petani/calon lahan (CPCL). Lantas, dari mana 6,7 ton benih tersebut? Menurut Harmanto, pemprov akan mengambilkan bantuan benih itu dari cadangan benih nasional di kementan. ‘’Proses verifikasi sampai tingkat CPCL sudah dilakukan. Benih yang akan disalurkan pun sudah ada di cadangan benih nasional milik pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Harmanto berharap para petani yang mengalami fuso dapat bersabar sedikit lagi. Pun di sisi lain, para petani juga mendapat berbagai bantuan lain. Salah satunya bantuan pupuk dari pemkab setempat. Setelah melalui pembahasan dengan bupati, bantuan pupuk yang akan diberikan sebesar Rp 6 juta per hektare. ’’Bantuan itu nanti akan diberikan dalam bentuk pupuk, bukan uang. Itu belum termasuk jika para petani bergabung dalam asuransi pertanian. Kalau iya, dapat semakin meringankan kerugian yang dialami petani,’’ ujar Harmanto. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here