Petani Diimbau Tidak Gunakan Jebakan Listrik

126

MEJAYAN – Nahas yang menimpa Sadikun, warga Dusun Tanjungsari, Sogo, Balerejo, Kabupaten Madiun, jadi polemik. Laki-laki 50 tahun itu tewas setelah diduga menginjak jebakan tikus sawah dari kawat beraliran listrik. Hingga kini belum ada payung hukum yang mengatur penggunaan maupun pelarangan jebakan tikus beraliran listrik tersebut.

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Suyatno mengatakan pihaknya hanya sebatas melakukan imbauan. Pun tidak ada anjuran kepada petani menggunakan jebakan setrum tersebut. Namun, sebagian petani masih menganggap cara ini lebih efektif ketimbang menggunakan pestisida. ‘’Kami sudah mengimbau para petani,’’ katanya kemarin (28/12).

Pihaknya memang tak merekomendasikan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik karena berbahaya. Sebab, juga bisa nyetrum manusia. Meski begitu, dia belum memantau jumlah petani yang menggunakan jebakan model ini. Namun, sejauh yang dia tahu, di Kabupaten Madiun tidak banyak. ‘’Sebagian sudah beralih ke pestisida,’’ ujarnya.

Atas kejadian yang menewaskan petani di Balerejo itu, Suyatno menginstruksikan petugas penyuluh lapangan setempat untuk memberikan pemahaman pada petani agar segera melepas jebakan yang mematikan itu. Pun mengimbau agar tidak lagi menggunakannya. ‘’Lebih baik menggunakan pestisida atau jebakan yang tidak beraliran listrik,’’ tekannya.

Menurut Suyatno, wilayah Balerejo memang terdampak serangan hama binatang pengerat itu. Pun di Kecamatan Pilangkenceng, Wonoasri, dan Saradan. Selama ini, pemberantasannya dengan cara gropyokan dan mengasapi lubang persembunyiannya dengan belerang. ‘’Kalau itu sudah kami galakkan sejak lama,’’ jelasnya.

Dia menyebut, maraknya tikus sawah karena musim tanam padi sudah memasuki masa generatif. Selain itu, banyak ular yang ditangkap menjadikan populasi tikus membengkak. Padahal, ular merupakan predator alami pemangsa tikus. Faktor lainnya, kesadaran para petani mengamati sarang tikus juga kurang. ‘’Tapi, memang baru dirasakan pada awal musim penghujan 2018 ini,’’ katanya. (mg4/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here