Madiun

Peta Sebaran Covid-19 ’’Buta Warna?’’

TGTPP Pertanyakan Indikator Perubahan Zona

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dua setengah jam, publik dibuat kebingungan. Sebab, peta persebaran Covid-19 Jatim kembali mengubah status Kota Madiun menjadi zona oranye. Perubahan zonasi itu dipublikasi mulai pukul 14.00. Namun, berganti hijau kembali setelah pukul 16.30.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengaku kebingungan dengan perubahan mendadak peta yang disiarkan Pemprov Jatim itu. Ini seperti mengulangi perubahan zonasi saat kota ini kali pertama ditetapkan hijau kemudian berganti oranye lagi. Namun, kali ini perubahannya hanya dua setengah jam. ‘’Tidak ada penambahan kasus baru. Malahan per hari ini ada 2 pasien sembuh,’’ ungkapnya Selasa (21/7).

Terkait peta ’’buta warna’’ ini, TGTPP Covid-19 Kota Madiun meminta dinas kesehatan dan keluarga berencana (dinkes-KB) setempat mempertanyakan alasan pergantian status zona tersebut. Pergantian secara mendadak dan hanya hitungan jam itu membingungkan publik. ‘’Publik perlu tahu alasan pergantian zona itu,’’ katanya.

Aflah menegaskan, pergantian yang seolah mendadak dan sebentar itu membuat indikator untuk mengukur zona persebaran Covid-19 semakin kabur. Jika disebabkan sistem database yang eror, seharusnya ada pemberitahuan. Sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di ranah publik. Apalagi status zonasi persebaran itu digunakan pemerintah pusat sebagai acuan untuk membuka kembali aktivitas di berbagai sektor. ‘’Kami minta dinkes-KB menanyakan ke Pemprov Jatim,’’ desaknya.

Adapun dua pasien sembuh per Selasa (21/7) adalah nomor 14 dan 17. Setelah masing-masing menjalani perawatan di ruang isolasi selama 18 dan 14 hari. Kini, total pasien sembuh mencapai 13 dari total 22 yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasien 14 berinisial F itu seorang perempuan 20 tahun yang merupakan anak dari pasien 10 dan 11. Pasien asal Kelun, Kartoharjo, itu dinyatakan terkonfirmasi positif pada 3 Juli. Setelah diajak ibunya mengunjungi ayahnya di Surabaya. Adapun pasien 17 berinisial JK, laki-laki 38 tahun asal Manguharjo. Yang bersangkutan merupakan suami dari pasien 16. Terkonfirmasi positif pada 7 Juli setelah sebelumnya takziah ke Sambirejo, Mantingan, Ngawi. Saat ini tinggal sembilan pasien positif yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi. Dengan kata lain, total pasien sembuh mencapai 13 orang dari total 22 orang terkonfirmasi positif. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close