Ponorogo

Puluhan Event Semarakkan Hari Jadi Ke-523 Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Selamat! Hari ini Ponorogo genap berusia 523 tahun. Agenda besar sudah disiapkan mengiringi perayaan tersebut. Dalam waktu dekat, bakal digelar Grebeg Suro 2019. ’’Total ada 32 event disiapkan untuk memeriahkan Grebeg Suro tahun ini, sebagian kerja sama dengan Kemendikbud,’’ kata Kabid Kebudayaan Dispar Bambang Wibisono, Jumat (9/8).

Rangkaian menuju Grebeg Suro sejatinya sudah dimulai lewat Simaan Alquran (31 Juli) dan Istighotsah Kubro (6 Agustus). Berikutnya arak-arakan Reyog Obyok pembukaan pada 21 Agustus mendatang. Rangkaian event Grebeg Suro diakhiri pada September lewat Grebeg Tutup Bulan Suro (26-30 September) dan Lomba Burung Berkicau, 29 September mendatang.

Bambang menjelaskan, dari 32 event tersebut, sebagian di antaranya digelar mandiri oleh masyarakat. Dispar setempat bekerja sama dengan Kemendikbud pada 14 event di antaranya. Beberapa yang bakal cukup besar antara lain Festival Reyog Mini XVII yang rencananya digelar 22-25 Agustus. Serta, Festival Nasional Reyog Ponorogo XXVI pada 26-30 Agustus. ’’Event ini menjadi salah satu daya tarik utama pada Grebeg Suro setiap tahun,’’ terangnya.

Bambang mengungkapkan, festival reyog merupakan salah satu daya tarik utama Grebeg Suro. Dalam festival tersebut, berbagai kelompok kesenian reyog berupaya menampilkan pementasan terbaiknya. Tak hanya dari dalam negeri, namun juga dari mancanegara. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. ’’Akan ada partisipasi dari banyak daerah dan dari mancanegara juga,’’ ujarnya.

Event kebudayaan, lanjut Bambang, bakal semakin semarak lewat tradisi larung yang digelar di Telaga Ngebel setiap tahun. Larungan itu rencananya bakal digelar Minggu, 1 September mendatang. ‘’Kami juga mempersiapkan workshop-workshop demi peningkatan kapasitas para pegiat seni dan budaya di Ponorogo. Khususnya, Reyog Ponorogo,’’ sebut Bambang.

Meski banyak dipenuhi berbagai event budaya, bukan berarti tidak ada event dengan nuansa berbeda. Salah satu yang menjadi kepedulian pemkab adalah regenerasi dalam pengembangan wisata dan budaya. Cara itu ditempuh lewat lomba Duta Wisata Cilik 2019. Grand finalnya akan digelar 28 Agustus mendatang. ‘’Persiapan terus kami matangkan. Kami terus melakukan berbagai koordinasi dan rapat-rapat lewat masing-masing seksi panitia,’’ jelasnya. (naz/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close