Pesimistis 2019 Ganti Pohon Ayaman

57

PONOROGO – EMPASAN angin kencang membuat banyak pohon peneduh jalan bertumbangan di sejumlah wilayah Ponorogo. Namun, sebenarnya angin bukan faktor pemicu satu-satunya. Sebab, mayoritas jenis pohonnya memang rawan tumbang. Seperti angsana, sengon laut, dan trembesi. Pun mayoritas berusia tua. ‘’Pohon trembesi paling rawan tumbang,’’ kata Kasi Pertamanan dan Penataan Keindahan Kota Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Erry Setyoso Birowo kemarin (16/12).

Tidak ingin kecolongan pohon tumbang memakan korban selama musim penghujan, DLH Ponorogo menebang dan memangkas sejumlah pohon ayaman di kawasan kota. Sasarannya pohon tua di Jalan Ponorogo-Pacitan, Jalan Juanda, dan Jalan Arief Rahman Hakim. ‘’Berikutnya kami rencanakan di Jalan Soekarno-Hatta,’’ ujarnya.

Untuk kegiatan tersebut pihaknya mengerahkan lima orang pasukan kuning. Disertai armada crane dan truk pengangkut pohon yang ditebang. ‘’Pohon yang kami pangkas terutama yang memiliki batang terlalu besar agar tidak berbahaya,’’ ungkapnya.

Erry mengatakan, pohon yang menjadi sasaran pemangkasan adalah yang ditanam di kawasan Adipura. Sementara di luar wilayah kota jadi wewenang DPUPR setempat. ‘’Karena memang jenis pohon tersebut rawan tumbang. Kami berinisiatif menggantinya dengan jenis lain,’’ sambungnya.

Pihaknya mengusulkan mengganti dengan pohon tabebuya yang mirip sakura. Dia mengklaim jenis pohon tersebut relatif lebih aman. ‘’Kami sudah mengusulkan untuk pos anggaran tahun depan. Semoga dapat terealisasi,’’ ucapnya.

Erry menambahkan, pohon jenis ini tidak terlalu besar. Pun harganya terjangkau. Sehingga dapat menghemat APBD. Juga cocok untuk ruang terbuka hijau di kawasan kota. ‘’Pohon ini berbunga. Jadi, selain tahan empasan angin, juga cocok untuk mempercantik wajah kota,’’ jelasnya.

Rencananya pohon tersebut bakal ditanam di sekitar alun-alun menggantikan palem raja yang sudah tua. Pun ditanam di Jalan Suromenggolo (jalan baru), pendapa kabupaten, dan jalan protokol kawasan kota. ‘’Ini rencana kami jika memang disetujui,’’ ujarnya.

Sayangnya, pihaknya pesimistis usulan tersebut terealisasi. Sebab, pemkab menjadikan 2019 sebagai tahun wisata. Sehingga, pos anggaran dimungkinkan tersedot untuk memajukan sektor pariwisata. ‘’Tapi, tidak menutup kemungkinan karena usulan ini  bagian dari usaha untuk mempercantik wajah kota juga,’’ harapnya. (mg7/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here